Jaga Stabilitas Harga, Blora Minta Tambahan Alokasi Elpiji Subsidi

Avatar photo
Gas LPG 3 Kg. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bergerak cepat merespons lonjakan kebutuhan elpiji bersubsidi pada Ramadan 2026. Melalui Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM), pemkab setempat resmi mengajukan tambahan kuota elpiji 3 kilogram kepada PT Pertamina (Persero).

Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, menjelaskan bahwa surat permohonan penambahan alokasi telah dikirim pada 23 Februari 2026 kepada Retail Sales Manager Region Jawa Bagian Tengah Pertamina di Semarang. Langkah tersebut diambil menyusul mulai terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah kecamatan.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan terjadi seiring datangnya bulan Ramadan yang identik dengan naiknya konsumsi rumah tangga. Selain itu, tradisi ruwahan serta maraknya pedagang takjil musiman turut mendorong lonjakan permintaan elpiji bersubsidi di pasaran.

“Beberapa wilayah sudah mulai mengalami kesulitan memperoleh elpiji 3 kilogram. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu kenaikan harga di tingkat konsumen akibat ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan,” ujarnya.

Dalam pengajuan tersebut, Pemkab Blora meminta tambahan alokasi fakultatif sebanyak 188 loading order (LO) atau setara dengan 105.280 tabung elpiji 3 kg. Tambahan kuota ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan barang sekaligus menstabilkan harga selama periode Ramadan.

Saat ini, pemerintah daerah masih menanti keputusan dari pihak Pertamina terkait persetujuan permohonan tersebut. Pemkab berharap realisasi tambahan pasokan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pedagang musiman, tetap berjalan lancar selama Ramadan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *