Buka Isolasi Wilayah, Kudus Ajukan 35 Jembatan Penghubung

Avatar photo
Jembatan penghubung di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, belum ini diresmikan. (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan pembangunan 35 jembatan penghubung kepada pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur jembatan di berbagai daerah. Dari total sekitar 70 titik yang diajukan, setelah melalui proses verifikasi sesuai kriteria pemerintah pusat, terpilih 35 lokasi yang dinilai layak.

“Lokasi tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kota, Bae, Dawe, Gebog, Jekulo, Kaliwungu, Undaan, Mejobo, dan Jati,” ujarnya di Kudus, Minggu.

Menurut Harry, jenis jembatan yang diusulkan bukan jembatan gantung, melainkan jembatan penghubung yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi wilayah di Kudus. Proses pendataan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Sebagian dari usulan tersebut sudah mulai direalisasikan. Salah satunya adalah pembangunan jembatan penghubung di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, yang dikerjakan oleh TNI dengan dukungan material dari pemerintah pusat.

Jembatan tersebut telah diresmikan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Komandan Kodim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie, dan kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Yuusufa menjelaskan bahwa jembatan di Desa Pedawang menggunakan struktur Armco atau baja bergelombang, yang dinilai kuat dan efisien untuk kondisi sungai setempat.

“Ini merupakan jembatan pertama di Kudus yang menggunakan struktur Armco dan bisa menjadi contoh untuk pembangunan di lokasi lain,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian lapangan, konstruksi tersebut dinilai cocok karena kedalaman sungai mencapai sekitar tiga meter. Pembangunan jembatan sepanjang 12 meter itu bahkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Jembatan yang melintasi Sungai Gembel tersebut kini memberikan manfaat besar bagi warga, mulai dari mempermudah akses ke lahan pertanian, tempat ibadah, hingga menunjang kegiatan pendidikan dan ekonomi.

Bupati Sam’ani Intakoris mengapresiasi percepatan pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan mampu membuka konektivitas wilayah yang sebelumnya terisolasi.

“Jembatan ini menghubungkan akses yang sebelumnya terputus, sehingga sangat membantu mobilitas masyarakat dalam berbagai aktivitas,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *