Blora, Lintasmuria.com – Suporter Ultras Blora mendesak Persikaba Blora segera melakukan pembenahan menyeluruh. Mereka menyampaikan lima tuntutan, mulai dari pembentukan manajemen yang kompeten, pembenahan fasilitas stadion, hingga evaluasi total tim.
Ketua Ultras Blora, Yosa, mengatakan tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian suporter terhadap masa depan Persikaba. Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya dilakukan di dalam tim, tetapi juga harus menyentuh manajemen, fasilitas, kepelatihan, dan tata kelola klub.
“Yang kami tuntut bukan hanya soal tim. Manajemen, fasilitas stadion, kepelatihan, tata kelola, hingga perencanaan tim harus jelas,” ujarnya.
Lima tuntutan yang disampaikan Ultras Blora meliputi pembentukan manajemen Persikaba yang kompeten, pembenahan fasilitas stadion, evaluasi jajaran pelatih dan kerangka tim, perbaikan tata kelola yang transparan dan progresif, serta penyusunan program tim untuk jangka pendek dan panjang.
Yosa juga menyoroti kondisi stadion yang dinilai perlu mendapat perhatian. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya memikirkan pembangunan stadion baru, tetapi juga mempertimbangkan rehabilitasi stadion yang sudah tersedia.
Menurutnya, perbaikan stadion penting agar Persikaba bisa menjalani pertandingan di kandang sendiri tanpa harus berpindah-pindah tempat atau menjadi tim musafir.
“Kalau tidak bisa membangun stadion baru, seharusnya bisa merehabilitasi stadion yang sudah tersedia agar tim tidak musafir. Kalau revitalisasi Stadion Kridaloka, anggarannya ada,” tambahnya.
Ultras Blora memberikan tenggat waktu hingga 26 Oktober 2026 kepada pihak terkait untuk menyampaikan jawaban resmi secara tertulis sekaligus menunjukkan langkah nyata atas lima tuntutan tersebut.
Suporter berharap tuntutan itu tidak berhenti pada respons formal, tetapi ditindaklanjuti dengan rencana pembenahan yang jelas demi memperbaiki kondisi dan meningkatkan prestasi Persikaba Blora.
Sementara itu, Anggota ASKAB Blora, Ahmad Fahim Mulaby, belum memberikan tanggapan terkait tuntutan tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan percakapan belum mendapat respons hingga berita ini ditulis. (Syae)


















