Blora, Lintasmuria.com – Setelah terjadinya fenomena alam tersambarnya petir kepada seorang petani di Dukuh Tanduran Desa Kemantren, Kapolsek Kedungtuban, Iptu Hadi Setyo Pramono, S.H., berikan imbauan kepada Warga Kedungtuban, Minggu (9/3/2025).
“Kami imbau agar warga masyarakat selalu berhati-hati saat hujan turun yang disertai petir. Bila masih di pematang sawah agar segera mencari tempat untuk berlindung”, ucapnya.
Diketahui sebelumnya telah terjadi sambaran petir yang menimpa seorang warga hingga meninggal dunia, Sri Yatiningsih (40), Petani asal Dukuh Tanduran RT 05 RW 03 Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Peristiwa itu terjadi pada hari sabtu (8/3) siang, di persawahan milik Sdri. Talisari, tetangga korban.
Menurut keterangan saksi, Pariyem, kronologi peristiwa tersebut terjadi siang setelah ia bersama korban hendak pulang berteduh karena hujan deras.
“Pukul 13.00 WIB saya dengan teman-teman sedang tanam padi di sawah milik Sdri. Talisari. Karena sudah mendung dan hujan deras, kami semua yang kerja mau pulang”, terangnya.
Dijelaskan olehnya juga, ia dan rombongan pekerja berteduh di bawah pohon sebelum pulang. Sementara korban masih mengemasi peralatan tanam padi saat peristiwa naas itu.
“Dia (korban) berjalan di pematang sawah untuk menyusul kami, tiba-tiba ada petir menyambar dan seketika ia jatuh dengan posisi tengkurap”, jelasnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan, sebelum akhirnya mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga korban. (AIW)


















