Wanita di Blora Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Alami Depresi

Polisi melakukan olah TKP. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora digemparkan oleh penemuan seorang wanita berinisial S (49) yang meninggal dunia akibat gantung diri pada Kamis (16/4/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya sekitar pukul 05.00 WIB, tidak lama setelah waktu subuh. Peristiwa bermula saat anak korban, AZ (24), bangun dari tidur usai melaksanakan salat subuh dan mencoba mencari ibunya di dalam kamar. Namun, korban tidak ditemukan.

Merasa khawatir, AZ kemudian membangunkan ayahnya, Y (49), untuk bersama-sama mencari keberadaan korban di sekitar rumah. Pencarian tersebut berujung duka setelah keduanya menemukan korban dalam kondisi tergantung di samping rumah, menghadap ke arah tembok.

Melihat kejadian itu, suami korban segera meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa setempat dan diteruskan ke Polsek Jepon.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas AKP Midiyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Jepon langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Jepon bersama tim medis segera meninjau lokasi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” jelas AKP Midiyono.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seutas tali plastik berwarna oranye sepanjang 2,5 meter serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka jeratan di leher korban yang sesuai dengan ciri kasus bunuh diri. Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena faktor kesehatan dan tekanan mental.

“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi serta indikasi depresi,” tambahnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. (Red)

Exit mobile version