Peringatan Otoda di Blora, Wabup Soroti Kemandirian Fiskal dan Digitalisasi

Avatar photo
Wakil Bupati Blora memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di halaman Kantor Bupati Blora, Senin (27/4/2026). (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com — Wakil Bupati Blora memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah  (Otoda) di halaman Kantor Bupati Blora, Senin (27/4/2026). Upacara ini dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, ASN, TNI/Polri, serta pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Otonomi daerah dinilai sebagai instrumen strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mendukung pencapaian pembangunan nasional secara optimal.

Sejumlah langkah strategis juga disampaikan, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal, peningkatan kolaborasi antar daerah, serta fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengurangan kesenjangan wilayah.

Pemerintah daerah juga didorong untuk mendukung agenda strategis nasional, seperti swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan kewirausahaan.

Wakil Bupati Blora menegaskan pentingnya semangat otonomi daerah dalam meningkatkan kinerja pemerintahan. “Peringatan Hari Otonomi Daerah ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah harus mampu berinovasi, mandiri, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal dan merata,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, ditegaskan bahwa pelaksanaan otonomi daerah yang telah berjalan selama tiga dekade menjadi landasan penting untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah juga diimbau menyelenggarakan kegiatan secara sederhana dan efisien, sejalan dengan arahan Presiden terkait penghematan anggaran.

Dengan semangat otonomi daerah, seluruh elemen pemerintahan diharapkan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *