Lintasmuria.com – Psikolog anak dan keluarga Sani B. Hermawan P.Si membagikan sejumlah kiat untuk membangun budaya membaca dalam keluarga sejak dini. Menurut dia, kebiasaan membaca dapat tumbuh jika orang tua mampu menciptakan suasana yang membuat anak merasa dekat dan nyaman dengan buku.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan yakni menghadirkan sudut baca khusus di rumah. Area tersebut dapat diisi rak buku yang menarik dan mudah dijangkau anak agar mereka terbiasa melihat serta mengambil buku sendiri.
“Misalnya ada sudut baca anak, ditaruh rak-rak buku yang menyenangkan yang anak gampang baca dan ambilnya,” kata Sani dikutip dari Antara, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai budaya membaca perlu dikenalkan sejak usia dini supaya anak terbiasa berinteraksi dengan buku dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi, culture atau budaya baca bisa dikenalkan sejak dini, sehingga anak sudah familier dan merasa dekat dengan buku,” ujarnya.
Selain menyediakan ruang baca, orang tua juga disarankan memilih buku yang sesuai dengan usia dan minat anak. Untuk anak usia pra-sekolah, buku bergambar besar maupun buku interaktif dengan bunyi-bunyian dinilai lebih menarik perhatian.
Sani mengatakan buku fisik masih lebih efektif untuk anak-anak karena memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan mereka.
“Secara isi, kalau untuk anak-anak lebih menarik buku fisik, dan dampak secara fisik dan perkembangan anak juga lebih bagus buku fisik daripada buku digital,” katanya.
Namun, untuk anak yang lebih dewasa, buku digital dapat menjadi pilihan karena lebih praktis dan mudah diakses kapan saja.
“Namun, untuk anak yang lebih dewasa buku digital lebih efektif, karena bisa di mana saja bacanya dan kapan saja,” ujar Sani.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam aktivitas membaca bersama anak. Kegiatan sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur, mencari perbedaan gambar, atau menjawab teka-teki di dalam buku dapat menciptakan interaksi yang hangat di dalam keluarga.
“Disesuaikan dengan usia anak, terpenting sebenarnya anak merasa nyaman, enak, ada interaksi antara orang tua dan anak dalam membaca, misalnya dibacakan waktu sebelum tidur, jadi bahan interaksi dengan orang tua,” kata dia.
Menurut Sani, pengalaman membaca yang menyenangkan bersama keluarga dapat membuat anak mengasosiasikan buku dengan rasa nyaman dan kedekatan emosional.
Selain membantu mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, kebiasaan membaca juga dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir mendalam, memperkuat imajinasi, serta membentuk kepribadian dan kemampuan sosial anak. (Red)
