Kudus, Lintasmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memastikan belum menemukan hewan kurban berpenyakit saat melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban di sejumlah lokasi pada hari pertama Idul Adha 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo mengatakan pihaknya menerjunkan empat tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban di berbagai tempat ibadah yang melaksanakan penyembelihan secara mandiri.
“Hari ini kami menerjunkan empat tim untuk keliling ke sejumlah lokasi tempat ibadah yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara mandiri. Hasilnya untuk sementara belum menemukan hewan ternak yang berpenyakit,” ujar Didik, kemarin.
Menurut dia, temuan penyakit pada hewan kurban pada tahun-tahun sebelumnya umumnya berupa cacing hati. Namun, hingga hari pertama pelaksanaan kurban tahun ini belum ditemukan kasus serupa.
Didik menjelaskan jadwal penyembelihan hewan kurban di Kudus tidak dilakukan serentak pada hari pertama Idul Adha. Sejumlah masjid dan musala masih menjadwalkan pemotongan pada hari berikutnya sehingga pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian penyembelihan selesai.
Selain dilakukan di tempat ibadah, sebagian panitia kurban juga memanfaatkan rumah potong hewan (RPH) untuk penyembelihan sapi dan kerbau karena dinilai lebih representatif.
“Kami membebaskan biaya retribusinya, sehingga panitia kurban hanya mengeluarkan biaya untuk tenaga bolang atau jagalnya,” katanya.
Tercatat ada 13 permohonan penggunaan RPH untuk pelaksanaan kurban tahun ini dengan jadwal penyembelihan yang berbeda-beda.
Sebelum Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di kandang pedagang maupun pasar hewan. Hasil pemantauan menunjukkan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, termasuk sapi bantuan Presiden RI yang juga dipantau secara intensif.
“Hasilnya, Alhamdulillah untuk saat ini semua hewan ternak yang dijadikan hewan kurban sehat. Termasuk sapi bantuan Presiden RI juga dipantau kesehatannya secara optimal juga dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memprediksi jumlah hewan kurban pada tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah sapi diperkirakan mencapai 686 ekor, kerbau 1.900 ekor, kambing 10.000 ekor, dan domba sekitar 260 ekor. (Red)


















