Blora, Lintasmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora memprioritaskan perbaikan infrastruktur pada 2026 dengan mempercepat pemeliharaan jalan, pelaksanaan proyek fisik, serta mengajukan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp100 miliar kepada pemerintah pusat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora Nidzamudin Al Hudda mengatakan seluruh paket pekerjaan saat ini telah memasuki tahap persiapan lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ). Pihaknya menargetkan kontrak pekerjaan dapat dimulai pada Juli 2026 agar pembangunan fisik segera berjalan.
“Kegiatan di PUPR sudah masuk ke UKPBJ. Saat ini masih dalam tahap persiapan lelang. Harapan kami mulai Juli 2026 sudah kontrak sehingga pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan,” katanya, kemarin.
Pada tahun ini, Dinas PUPR Blora mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,7 miliar untuk penanganan jalan dan jembatan. Namun, anggaran tersebut dinilai belum mencukupi untuk menangani seluruh kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Blora.
Menurut Nidzamudin, keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat menjadi penting untuk mempercepat peningkatan kemantapan jalan.
“Anggaran kita terbatas dibanding panjang ruas jalan yang harus ditangani. Karena itu kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sebagai upaya menambah pendanaan, Pemerintah Kabupaten Blora mengusulkan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp100 miliar. Usulan tersebut masih dalam proses pembahasan di tingkat kementerian dan DPR RI.
“Insya Allah tahun ini kita ajukan. Saat ini masih dalam proses pembahasan,” katanya.
Untuk ruas Randublatung-Getas yang menghubungkan Blora dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada tahun ini hanya dilakukan pemeliharaan rutin. Ruas tersebut telah selesai dibangun melalui Program Inpres Jalan 2023 dengan anggaran sekitar Rp53,7 miliar sehingga hanya terdapat beberapa titik yang memerlukan perbaikan ringan.
Selain sektor jalan, Dinas PUPR Blora juga menyiapkan program penanganan banjir di wilayah Cepu serta perencanaan pembangunan infrastruktur lainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Red)


















