Blora, Lintasmuria.com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora periode 2026–2027 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (20/9/2026). Pelantikan tersebut dihadiri ratusan tokoh dan elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, alumni HMI, akademisi hingga tokoh masyarakat.
Pelantikan menjadi momentum bagi kepengurusan baru HMI Cabang Blora untuk memperkuat komitmen terhadap Khittah Perjuangan HMI sebagai landasan dalam menjalankan perkaderan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum HMI Cabang Blora, Joko Agung Purnomo, mengatakan Khittah Perjuangan tidak cukup hanya dipahami sebagai dokumen organisasi. Nilai-nilai di dalamnya harus mampu menjadi pijakan kader dalam membaca perkembangan zaman dan merespons berbagai persoalan masyarakat.
“Khittah Perjuangan tidak hanya menjadi dokumen yang dipahami secara tekstual, tetapi harus menjadi pijakan bagi kader untuk membaca realitas dan menghadirkan gagasan serta kerja nyata,” ujar Joko.
Menurutnya, perubahan zaman membuat kader HMI dituntut memiliki kemampuan intelektual sekaligus kepekaan terhadap kondisi sosial. Kader juga harus berani mengambil peran dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, HMI Cabang Blora akan memperkuat sejumlah agenda organisasi, terutama tradisi intelektual, perkaderan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai elemen di daerah.
“HMI harus mampu menjaga nilai perjuangan sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Kader harus tetap kritis, independen, dan dekat dengan persoalan masyarakat,” katanya.
Joko menambahkan, kepengurusan periode 2026–2027 diharapkan tidak hanya menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi yang dirasakan masyarakat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, HMI Cabang Blora menegaskan komitmennya menjadikan Khittah Perjuangan sebagai pijakan gerakan. Komitmen tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas kader sekaligus meningkatkan kontribusi HMI bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Red)

















