Blora, Lintasmuria.com – Sebanyak 11 desa di Kabupaten Blora hingga kini belum memiliki kepala desa (kades) definitif. Kekosongan jabatan tersebut untuk sementara diisi oleh penjabat (Pj) kades.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, Yayuk Windrati, mengatakan jumlah desa yang mengalami kekosongan kades sebelumnya mencapai 13 desa. Namun, dua desa telah menyelesaikan pengisian jabatan melalui mekanisme pemilihan kepala desa antarwaktu (PAW).
“Untuk yang kosong saat ini ada 11 desa,” ujar Yayuk.
Sebelas desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni Desa Berbak, Kecamatan Ngawen; Desa Ngapus, Kalinanas, dan Ngiyono, Kecamatan Japah; Desa Nglebur, Kecamatan Jiken; Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo; Desa Gombang, Kecamatan Bogorejo; Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban; Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora; Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan; serta Desa Bakah, Kecamatan Kunduran.
Yayuk memastikan roda pemerintahan di desa-desa tersebut tetap berjalan meski belum memiliki kades definitif. Untuk sementara, pemerintahan desa dipimpin oleh Pj kades yang pengusulannya dilakukan melalui camat masing-masing.
“Untuk sementara masih diisi Pj, pengusulannya dari camat,” jelasnya.
Kabupaten Blora sendiri memiliki 271 desa. Dari desa yang sebelumnya mengalami kekosongan jabatan kades, dua desa telah menyelesaikan proses PAW, yakni Desa Sitirejo, Kecamatan Tunjungan, dan Desa Genjahan, Kecamatan Jiken.
Keduanya kini telah memiliki kades hasil PAW dengan masa jabatan hingga 2031.
Sementara desa lainnya belum melakukan PAW. Salah satu pertimbangannya berkaitan dengan masa jabatan yang tersisa. Terlebih, Kabupaten Blora dijadwalkan menggelar Pilkades serentak pada 2027.
Kondisi tersebut membuat calon kades dinilai mempertimbangkan kembali untuk mengikuti PAW. Sebab, masa jabatan hasil PAW akan tetap diperhitungkan sebagai satu periode, sementara dalam waktu dekat akan kembali digelar Pilkades serentak.
“Yang lainnya tidak melakukan PAW karena ada pertimbangan. Calon merasa rugi karena terhitung satu periode, sementara tahun 2027 akan ada Pilkades serentak,” pungkasnya. (Syae)

















