Blora, Lintasmuria.com – Kebakaran melanda TK Islam Baitunnur Blora pada Selasa (29/9/2026) pagi. Api membakar dua ruangan sekolah dan menyebabkan sejumlah perlengkapan pembelajaran serta berkas sekolah hangus.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan penanganan.
Pantauan di lokasi, kondisi dua ruangan yang terbakar tampak porak-poranda. Kaca jendela di sisi barat pecah, sementara rak buku, buku-buku, serta berbagai perlengkapan pembelajaran hangus terbakar.
Lantai ruangan masih dipenuhi sisa air pemadaman yang bercampur abu. Tiga pekerja terlihat membersihkan puing dan bekas kebakaran. Aktivitas belajar mengajar juga tidak terlihat di lingkungan sekolah.
Salah satu guru, Yuni Setyoningrum mengatakan, kebakaran diketahui setelah seorang anak melihat asap dan kemudian melaporkannya. Saat itu, Yuni baru sekitar dua menit berada di dalam ruangan dan belum melihat adanya api.
Menurut Yuni, api kemudian membesar setelah kipas angin terbakar dan jatuh. Ia langsung memutus aliran listrik yang terhubung ke ruangan tersebut.
“Padahal saya baru dua menit di ruangan tersebut, belum ada apa-apa. Kemudian kipas angin terbakar hebat dan jatuh,” ujarnya.
Upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia. Yuni bahkan meminjam APAR dari Hotel Al Madina. Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan api yang sudah membesar dan merambat ke tumpukan kertas.
“Saya pinjam APAR dari Hotel Al Madina. Tapi tidak memadai karena api sudah terlalu besar,” jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dihubungi. Sekitar 10 menit setelah laporan diterima, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Seluruh Siswa Berhasil Dievakuasi
Yuni memastikan tidak ada siswa yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran berlangsung, seluruh siswa langsung dievakuasi ke Masjid Baitunnur sehingga tidak berada di ruangan yang terbakar.
“Alhamdulillah anak-anak selamat. Semuanya dievakuasi ke masjid. Tapi berkas-berkas tidak selamat,” ungkapnya.
Ruangan yang terbakar merupakan kelas sentra tradisional dan balok. Ruangan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai kerajinan dan mainan berbahan kayu serta sejumlah berkas sekolah.
Akibat kebakaran tersebut, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dialihkan. Mulai Rabu (30/9), proses pembelajaran siswa TK Islam Baitunnur akan dilaksanakan di Masjid Baitunnur dan SD Baitunnur.
Sementara itu, Tim TRC BPBD Blora Agung Triyono mengatakan penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur. Selain petugas pemadam kebakaran Satpol PP dan BPBD, personel kepolisian, TNI, serta PLN turut diterjunkan ke lokasi.
“Tadi berkat kesiapsiagaan Tim Damkar Satpol PP, BPBD, kepolisian, TNI dan PLN, api bisa dikendalikan,” tuturnya.
Dugaan awal, kebakaran dipicu kipas angin yang terbakar. Namun, penanganan di lokasi dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar ke bagian bangunan lainnya. (Syae)
