Rembang, Lintasmuria.com — Kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi persoalan dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jumat (2/10/2026). Dua petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang terluka dalam proses pemadaman tersebut.
Salah satu petugas mengalami luka bakar pada bagian kaki setelah panas dari sampah yang terbakar menembus sepatu yang dikenakannya. Sementara satu petugas lainnya terluka akibat terkena pecahan kaca.
Petugas PMI, Taufik, mengatakan salah satu petugas Damkar bernama Yusuf mengalami luka bakar setelah api masuk ke dalam sepatu.
“Api masuk ke sepatu, tapi sudah tertangani. Sepatunya tadi katanya sampai bolong,” kata Taufik.
Taufik mengatakan petugas PMI langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yusuf dengan menyiram bagian kaki yang terkena luka bakar menggunakan air. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah luka semakin parah.
“Penanganannya, luka bakar diguyur dengan air supaya tidak melepuh. Setelah itu saya balut agar tidak terkena debu,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwin Rahadyan, mengakui ketersediaan APD bagi petugas Damkar masih sangat terbatas.
Menurut Erwin, pada 2023 hanya ada lima APD yang tersedia dan seluruhnya sudah digunakan. Sementara perlengkapan seperti masker juga belum mencukupi kebutuhan seluruh petugas. Bahkan, sebagian petugas harus membeli masker sendiri.
“Tahun 2023, ada APD 5 buah, itu pun sudah terpakai. Untuk masker, teman-teman ada yang pakai, ada yang tidak. Yang pakai itu ya beli sendiri. Sepatu sudah bertahun-tahun nggak pernah pengadaan,” ungkap Erwin.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman dengan perlengkapan keselamatan yang terbatas. Erwin berharap kondisi itu mendapat perhatian sehingga keselamatan petugas lebih terjamin saat menjalankan tugas.
“Jadi tadi ada 2 personel yang kakinya terluka, semoga ke depan ada perhatian,” ujarnya.
Pemadaman kebakaran TPA Landoh berlangsung sekitar 10 jam. Proses tersebut cukup lama karena banyaknya tumpukan sampah yang mudah terbakar. Selain itu, area yang terbakar cukup luas, mencapai sekitar satu hektare.


















