Blora, Lintasmuria.com — Pembangunan Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, kembali menjadi sorotan karena belum dapat ditempati pedagang meski pengerjaannya telah melewati target penyelesaian. Proyek yang menggunakan anggaran APBN sekitar Rp30 miliar itu hingga awal Oktober 2026 masih belum sepenuhnya bisa difungsikan.
Bupati Blora Arief Rohman berencana meminta kepastian terkait penyelesaian proyek tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pembahasan akan dilakukan saat Kementerian PU berkunjung ke Blora pada Jumat (9/10/2026).
Arief mengatakan, kunjungan tersebut sekaligus akan dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi Pasar Ngawen. Pemerintah daerah juga akan membahas sejumlah proyek infrastruktur lainnya, termasuk Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko.
“Jumat nanti kita cek langsung untuk memastikan Pasar Ngawen. Sekaligus saat Kementerian PU ke Blora, kita bahas Bendungan Cabean dan Karangnongko,” ujar Arief.
Sebelumnya, Pasar Ngawen ditargetkan mulai digunakan pedagang pada 27 September 2026. Namun, hingga awal Oktober, target tersebut belum terealisasi. Sejumlah pedagang masih terlihat berjualan di luar bangunan pasar.
Keterlambatan pembangunan ini sebelumnya juga telah mendapat perhatian dari Kantor Staf Presiden (KSP). Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Armindo Dos Santos Soares melakukan verifikasi langsung ke Pasar Ngawen pada Kamis (17/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, progres pembangunan diketahui mengalami keterlambatan sekitar 30 hari. Hasil verifikasi kemudian menetapkan pasar ditargetkan sudah bisa digunakan pada 27 September, meskipun masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Jangan sampai kita menghambat rezeki orang dengan terlambat membangun pasar untuk mereka,” kata Armindo saat peninjauan.
Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen dikerjakan PT Joglo Multi Ayu dengan nilai anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBN. Pekerjaan dimulai pada 17 November 2025 dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender dan seharusnya selesai pada 14 Juli 2026.
Namun, hingga kini pasar belum juga dapat digunakan secara penuh. Pemerintah Kabupaten Blora berharap kunjungan Kementerian PU dapat memberikan kepastian mengenai penyelesaian proyek sehingga pedagang tidak terus menunggu dan aktivitas perdagangan di Pasar Ngawen segera kembali normal. (Syae)
