Pembangunan Dua Bendungan di Blora Berlanjut, Pasar Ngawen Siap Beroperasi

Rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama jajaran Kementerian PU di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Jumat (10/10/2026). (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tetap berlanjut. Di sisi lain, pembangunan Pasar Ngawen telah rampung 100 persen dan ditargetkan mulai ditempati pedagang pada November 2026.

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama jajaran Kementerian PU di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Jumat (10/10/2026). Pertemuan itu membahas kelanjutan dua proyek bendungan serta persiapan operasional Pasar Ngawen.

Rapat dihadiri Ketua Satgas Sosial Ir Lucky Korah, Plh Kepala BBWS Bengawan Solo Nimbrot Numaropen, serta perwakilan Plt Kepala BBWS Pemali Juana, Lalu Ardian Bagus Nugroho. Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi pemerintah terkait juga mengikuti pertemuan tersebut.

Bupati Blora mengatakan, salah satu upaya yang sedang didorong pemerintah daerah adalah mengusulkan Bendungan Cabean masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Status tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan bendungan dapat diselesaikan.

“Alhamdulillah, hari ini dari tim pusat, dipimpin Pak Lucky dari Kementerian PU kita tadi membahas tentang beberapa hal, yang pertama soal Bendungan Cabean, yang kedua Karangnongko ada juga sedikit menyinggung soal Pasar Ngawen,” ungkap Bupati.

Pembangunan Bendungan Cabean yang semula ditargetkan selesai pada Desember 2026 kini diproyeksikan rampung pada 2028. Perubahan jadwal tersebut terjadi setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penyesuaian pembiayaan proyek.

Kepala Bidang PJSA BBWS Pemali Juana, Lalu Ardian Bagus Nugroho, menyebut progres pembangunan Bendungan Cabean saat ini mencapai 25,6 persen. Pekerjaan yang dimulai pada Desember 2023 itu masih terus berjalan dengan penyesuaian target penyelesaian.

“Cabean yang semula ditargetkan selesai Desember 2026 karena terkait efisiensi penganggaran dan sebagainya kita melakukan usulan penambahan waktunya hingga selesai di 2028,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan Bendungan Karangnongko juga masih berlanjut. Namun, proses pengadaan tanah di wilayah Kabupaten Blora masih menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.

Pemkab Blora akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan tersebut. Koordinasi juga akan dilakukan bersama Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi guna mendorong kelanjutan proyek lintas wilayah itu.

Selain persoalan pembangunan, pemerintah daerah turut menyiapkan usulan solusi bagi masyarakat yang terdampak. Salah satu opsi yang akan diajukan kepada pemerintah pusat adalah program transmigrasi lokal bagi warga dari sekitar lima desa terdampak.

“Jadi nanti kami dengan Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi akan berupaya agar melanjutkan Karangnongko ini, termasuk harapan masyarakat kita ada sekitar 5 desa terdampak, nanti bagaimana masyarakat yang terdampak ini, seperti ada program Translok, transmigrasi lokal. Ini akan kita usulkan ke pemerintah pusat untuk solusi tentang hal itu,” kata Bupati.

Di tengah proses pembangunan kedua bendungan, penyelesaian Pasar Ngawen menjadi perkembangan positif bagi Pemkab Blora. Pembangunan fisik pasar tersebut telah mencapai 100 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian teknis serta persiapan penyerahan pengelolaan sementara kepada pemerintah daerah.

Perwakilan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Imam, mengatakan pekerjaan fisik Pasar Ngawen telah selesai. Tahap berikutnya meliputi perbaikan teknis dan penyerahan pengelolaan sementara dari Satker Prasarana Strategis Jawa Tengah kepada Pemkab Blora.

Dengan selesainya tahapan tersebut, pasar diharapkan dapat segera difungsikan untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.

“Bisa, karena secara progres sudah selesai,” ujar Imam saat ditanya mengenai kesiapan pasar untuk ditempati pedagang pada November 2026.

Bupati Blora berharap proses persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga para pedagang bisa segera menempati pasar baru tersebut pada November mendatang.

Exit mobile version