Blora, Lintasmuria.com – Santri di Blora tak lagi cuman jadi ustadz, kini santri Blora mengisi berbagai posisi mulai dari anggota DPRD, kepala daerah, kepala desa, pejabat publik hingga terjun ke dunia usaha.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pesantren memiliki peran besar dalam membekali santri sebelum terjun ke tengah masyarakat. Pendidikan yang diperoleh di pesantren menjadi modal untuk berkontribusi di berbagai bidang.
“Santri bisa berkontribusi di berbagai bidang. Mulai dari DPRD, bupati, kepala desa, pejabat publik, pengusaha dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Arief, kiprah tersebut menunjukkan bahwa santri memiliki ruang yang luas untuk berprestasi. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam pemerintahan, politik maupun sektor lainnya.
“Termasuk saya dan Ketua DPRD Blora juga alumni pondok pesantren Khozinatulum Blora. Saya mengucapkan terima kasih atas peran yang diberikan,” katanya.
Dia berharap semakin banyak santri yang mampu menorehkan prestasi dan mengambil peran di tengah masyarakat. Kiprah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi bisa memberikan manfaat bagi bangsa, khususnya Kabupaten Blora.
Sementara itu, Staff Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kemenag Blora Ahmad Samsul mengatakan, saat ini terdapat 118 pondok pesantren yang telah memiliki izin.
Selain itu, masih ada pondok rintisan yang belum melengkapi legalitas. Pasca kejadian di Sidoarjo, legalitas pondok hingga bangunan menjadi perhatian untuk segera dibenahi.
“Saat ini di perketat. Untuk pondok rintisan kurang lebih 15,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk lembaga pendidikan keagamaan lainnya ada Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menyebar di seluruh kabupaten Blora.
“373 Madrasah Diniyah (Madin) di Blora. Sedangkan data Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) 558 ,” pungkasnya. (Syae)
