Blora, Lintasmuria.com – Gardu PLN dengan daya 150 kV terbakar terbakar, berdampak pada pasokan listrik di hampir seluruh wilayah Kabupaten Blora, kemarin (19/10/2026) malam. Gangguan tersebut dipicu terbakarnya gardu PLN di wilayah Kajangan, Desa Sonorejo, Kecamatan Blora.
Pantauan di lokasi, hingga siang ini proses perbaikan masih berlangsung. Sekitar 25 personel PLN dikerahkan untuk melakukan penanganan, termasuk penggantian kabel dan trafo yang terdampak. Selain itu, satu unit truk tangga hidrolik juga diterjunkan untuk mendukung proses perbaikan.
Manajer ULP PLN Blora, Wardoyo, membenarkan adanya gangguan tersebut. Pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.21 WIB. Petugas PLN langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat kejadian kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, saya langsung menuju lokasi. Penanganan berlangsung sampai sekitar tengah malam,” ujarnya.
Wardoyo mengatakan, penanganan dilakukan secepat mungkin agar pasokan listrik kembali normal. Sekitar setengah jam setelah kejadian, listrik di sejumlah wilayah sudah kembali menyala.
“Untuk penyebabnya masih kami telusuri dan investigasi. Tim saat ini masih melakukan perbaikan,” jelasnya.
Dampak gangguan tersebut cukup luas. Hampir seluruh wilayah Kabupaten Blora sempat terdampak pemadaman. Namun, khusus wilayah Cepu, PLN melakukan koordinasi dengan gardu di wilayah setempat sehingga dampak pemadaman dapat diminimalkan.
“PLN memastikan penanganan gangguan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi,” pungkasnya. (Syae)
















