Produksi Meningkat, Petani Keluhkan Harga Jagung di Pasaran Turun

Avatar photo
Lahan jagung di Dusun Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. (Imam/Lintasmuria.com)

Blora, Lintasmuria.com – Petani di Dusun Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora mengeluhkan harga jagung di pasaran yang turun. Padahal, hasil panen petani jagung saat ini sedang bagus-bagusnya.

Salah satu petani, Gunawan mengatakan, dulu setiap sekali panen hanya menghasilkan sekira 1,5 ton jagung. Saat ini produksinya meningkat menjadi 3,5 ton sekali panen.

Namun, sayangnya harga jagung di pasar sedang turun. Sehingga, menurutnya, hal ini membuat para petani mengeluh.

“Produksi panen saat ini naik, namun harganya jualnya turun dibanding tahun lalu,” katanya, Jumat (31/1/2025).

Ia mengungkapkan, saat panen tahun lalu untuk jagung basah dengan KA 30 harga per kilogram sekira Rp 4.000, sedangkan jagung kering dengan KA 18 harga per kilogram sekira Rp 4.700.

“Untuk panen tahun ini untuk jagung basah dengan KA 30 harga per kilo mencapai Rp 3.500, sedangkan jagung kering dengan KA 18 harga per kilo hanya sekitar Rp 4.500,” jelasnya.

Menurutnya, harga jagung turun di pasaran disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena faktor cuaca.

“Salah satunya adalah cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menyebabkan harga jagung turun dibanding panen sebelumnya yang curah hujannya rendah,” ujarnya. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *