Grobogan, Lintasmuria.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, mencatat adanya 24 kasus suspek campak hingga 31 Maret 2026. Kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Gubug.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Grobogan, Sri Hadi Nugroho, menyampaikan bahwa dari total kasus yang tercatat, lima di antaranya berasal dari Kecamatan Gubug. Sementara itu, Kecamatan Gabus dan Karangrayung masing-masing mencatat tiga kasus, sedangkan sisanya tersebar di beberapa wilayah lain.
Menurut Sri Hadi, seluruh kasus yang ditemukan telah ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan sumber penularan sekaligus memastikan penanganan pasien berjalan sesuai prosedur.
“Penyelidikan epidemiologi sudah dilakukan, termasuk pemberian pengobatan serta vitamin kepada pasien,” ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan, hingga saat ini seluruh kasus masih berstatus suspek atau pending karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah pasien benar-benar terkonfirmasi campak atau tidak.
Berdasarkan data Dinkes, kelompok usia yang paling banyak terdampak adalah balita berusia 0 hingga 5 tahun. Meski demikian, kasus juga ditemukan pada anak usia sekolah hingga orang dewasa dengan usia tertinggi sekitar 36 tahun.
Dari sisi gejala klinis, sebagian besar pasien mengalami demam yang disertai batuk dan pilek. Beberapa pasien juga menunjukkan gejala tambahan berupa mata merah serta munculnya ruam pada kulit yang menjadi indikasi kuat penyakit campak maupun rubella.
Selain gejala utama tersebut, sejumlah pasien dilaporkan mengalami komplikasi. Diare menjadi keluhan yang paling sering muncul, disusul sariawan. Bahkan terdapat satu pasien yang mengalami pneumonia sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Sri Hadi menuturkan, penanganan pasien dilakukan sesuai tingkat kondisi masing-masing. Sebagian pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya cukup menjalani rawat jalan dengan pemantauan dari tenaga kesehatan.
Ia juga menyoroti masih ditemukannya pasien dengan status imunisasi yang belum lengkap atau tidak diketahui. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Karena itu, Dinkes Grobogan mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap. Selain itu, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam pada kulit. (Red)


















