Keluarga Korban Minta Pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora Dihentikan Sementara

Avatar photo
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora dipasang garis polisi. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Sebuah insiden fatal terjadi di Blora, di mana 13 pekerja jatuh dari ketinggian 12 meter setelah lift crane di lokasi pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora putus. Kejadian ini menewaskan dan melukai beberapa orang.

Dalam keterangannya, Kasi Humas Polres Blora AKP Gembong Widodo menjelaskan bahwa korban sebanyak 13 orang, 4 diantaranya meninggal dunia dan 9 lainnya luka luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, untuk 1 korban yg meninggal dunia atas nama Tri Wiji meninggal pada pukul 14.15 setelah mendapat perawatan medis di RS PKU Muhammadiyah Blora.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Selamet, mewakili Kapolres Blora mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula saat lift yang digunakan untuk memuat barang dan karyawan atau pekerja ke lantai 5, namun saat lift naik di ketinggian 12 meter, lift tersebut tiba tiba terjatuh ke lantai dasar.

“Untuk sementara, kita masih meminta keterangan beberapa saksi dan juga mandor yang ada dilapangan, serta akan melakukan pendalaman terhadap pihak2 yg terkait dgn kegiatan pembangunan PKU Muhammadiyah Blora dan apabila diperlukan akan mendatangkan Labfor polda Jateng untuk mencari penyebab terjatuhnya lift secara tiba – tiba ” kata AKP Selamet saat diwawancara oleh awak media.

AKP Gembong menambahkan bahwa setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung menolong korban baik yg meninggal maupun luka2, kemudian mendata korban tsb, mengamankan TKP, mengamankan barang bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara ( TKP ), melakukan klarifikasi terhadap saksi saksi

Kasihumas menambahkan bahwa masyarakat agar selalu berhati hati dalam melaksanakan pekerjaan dan mengutamakan Standar Prosedur Keselamatan Kerja.

Di sisi lain, alah satu keluarga korban, Agung menyampaikan menyampaikan bahwa pihak terkait harus bertanggung jawab sepenuhnya karna keadaan korban sangat kritis.

“Saya tuh di sini tuh enggak terima ya dengan kejadian ini. Karena kakak saya mengalami luka parah atas peristiwa tersebut memang ini sebuah musihah, tapi harapan saya proyek dihentikan sampai kasus ini benar-benar selesai secara hukum atau keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Majelis Pembina Kesejahteraan Umat (MPKU) Muhammadiyah, Sugiyanto menjelaskan sebenarnya crane memiliki kapasitas 2 ton, namun saat kejadian dimuat 13 orang. Dari peristiwa tersebut, korban langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah untuk perawatan.

“Mereka sudah memakai safety sebelum naik. Kami juga sudah melakukan perawatan kepada para korban. Mohon maaf atas musibah ini,” bebernya. (Syae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *