Semarang, Lintasmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan sambutan positif atas peluncuran Program Kecamatan Berdaya oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Program yang bertujuan memberdayakan masyarakat di tingkat kecamatan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas sumber daya
“Program Kecamatan Berdaya ini sangat penting untuk memperkuat pemerintahan desa dan kecamatan sehingga pelayanan publik dapat lebih merata dan tepat sasaran. Kami sangat mendukung inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi dalam meningkatkan kapasitas camat sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat kecamatan,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Menurut Saleh, program ini menjadi jawaban atas kebutuhan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat rentan seperti pemuda, perempuan, penyandang disabilitas, dan komunitas lainnya.
“Dengan memberdayakan berbagai kelompok masyarakat di kecamatan, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi tapi juga memperkuat kapasitas sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Mohammad Saleh juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat dalam pelaksanaan program ini.
“Kami mendorong sinergi yang erat agar Program Kecamatan Berdaya dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mencanangkan Program Kecamatan Berdaya secara serentak di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu (30/10/2025).
Ahmad Luthfi menjelaskan Program Kecamatan Berdaya dirancang agar program pemberdayaan bisa menjangkau semua kalangan baik pemuda, petani, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
Luthfi menegaskan ujung dari seluruh program Kecamatan Berdaya adalah penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kalau ini dijalankan, output-nya jelas, kemiskinan berkurang, SDM makin baik, dan masyarakat makin mandiri,” tuturnya.
Diketahui, saat ini sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menetapkan lokasi pilot project Kecamatan Berdaya. Total ada 30 kabupaten/kota telah menerbitkan SK lokasi di 123 kecamatan, sedangkan beberapa kabupaten/kota yaitu Kudus, Magelang, dan Rembang masih dalam proses penetapan.
Lebih rinci, 23 kabupaten/kota di antaranya sudah menerbitkan SK Pembina Kecamatan Berdaya, dan 16 kabupaten/kota bahkan telah menetapkan SK Tim Kecamatan Berdaya.
Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) pada Perubahan Anggaran Tahun 2025. (Adv)


















