Rembang Siap Gelar Aquabike Internasional di Pantai Dasun

Avatar photo
Kompetisi Aquabike. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Kabupaten Rembang bersiap mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah Aquabike Internasional untuk pertama kalinya. Ajang olahraga air berskala internasional ini rencananya digelar di Pantai Dasun pada April 2026 dan akan dirangkai dengan kegiatan olahraga serta budaya di kawasan Lasem.

Technical Advisor acara, Iyan Karim, mengatakan persiapan terus dimatangkan. Jadwal pelaksanaan masih disesuaikan dengan kondisi pasang surut laut demi keselamatan peserta dan kualitas perlombaan.

“Pantai Dasun dipilih karena karakter pantainya yang landai dan sangat ideal untuk Aquabike. Ini merupakan lokasi baru dengan potensi besar,” ujar Iyan Karim, kemarin

Aquabike Internasional ini ditargetkan diikuti peserta dari Asia Tenggara hingga mancanegara. Selain balap jet ski, panitia juga menyiapkan agenda olahraga lain seperti lomba lari, baik maraton maupun heritage run yang menonjolkan nilai sejarah dan budaya Lasem.

Salah satu konsep yang dikaji adalah “Kartini Run”, lomba lari khusus perempuan dengan jersey bermotif batik khas Rembang sebagai identitas lokal.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada olahraga. Panitia juga merencanakan Konvensi Batik Nasional yang akan menghadirkan perajin dan kolektor batik dari berbagai daerah, seperti Solo dan Yogyakarta, hingga batik mancanegara. Kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Lasem sebagai pusat budaya batik Nusantara.

Dari sisi ekonomi, event ini diproyeksikan memberi dampak besar bagi daerah. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal akan dilibatkan. Panitia juga menyiapkan konsep “Rest Village”, berupa tenda-tenda untuk peserta dan pengunjung guna meningkatkan kenyamanan sekaligus pengalaman wisata.

Ketua Kadin Rembang, Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Rembang dan komunitas jet ski.

“Balap jet ski internasional ini menjadi yang pertama di Rembang. Race akan digelar di Pantai Dasun, sementara event lari dilaksanakan di Lasem untuk memperkenalkan kekayaan heritage daerah,” jelasnya.

Menurut Arifin, potensi garis pantai Rembang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Melalui event ini, Rembang diharapkan mampu menarik wisatawan, mempromosikan potensi daerah, serta mengangkat nama daerah ke tingkat internasional.

Jika sukses, Aquabike Internasional ditargetkan menjadi agenda tahunan. Pada tahap awal, piala yang diperebutkan adalah Piala Bupati, dengan visi jangka panjang menuju Piala Presiden.

“Kami berharap Rembang tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah lintasan, tetapi sebagai destinasi wisata olahraga, budaya, dan kuliner yang diperhitungkan dunia,” pungkasnya. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *