Tanggul Sungai Nglangak Jebol, 250 Rumah di Desa Pladen Kudus Terendam Banjir

Tim gabungan melakukan penanganan tanggul jebol di aliran Sungai Nglangak, Kamis (5/2/2026). (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Tanggul aliran Sungai Nglangak di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, jebol pada Kamis (5/2/2026) dini hari, mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah warga.

Tanggul jebol sepanjang sekitar 10 sentimeter terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Rabu malam. Akibat kejadian itu, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di lima rukun tetangga (RT) yang tersebar di dua rukun warga (RW).

Camat Jekulo, Adji Setiawan, mengatakan tanggul yang jebol merupakan tanggul lama yang kondisinya sudah tidak mampu menahan debit air sungai saat hujan deras.

“Usia tanggul sudah cukup tua. Ketika debit air tinggi, tanggul tidak kuat menahan tekanan air hingga akhirnya jebol,” kata Adji.

Ketinggian genangan banjir di permukiman warga bervariasi antara 10 hingga 15 sentimeter. Data sementara mencatat sekitar 250 rumah warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul tersebut.

Penanganan darurat segera dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Aparat fokus melakukan penutupan sementara titik tanggul yang jebol agar air tidak terus mengalir ke permukiman.

Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Kami melakukan perbaikan sementara menggunakan karung plastik yang diisi material galian. Debit air sungai mulai menurun, namun penanganan darurat harus segera dilakukan agar air tidak kembali masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Seiring surutnya genangan, warga mulai membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa air banjir. Sebagian warga lainnya menggunakan mesin pompa untuk mempercepat pembuangan air dari dalam rumah.

Munir, salah satu warga terdampak, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya.

“Air di dalam rumah sempat setinggi lutut orang dewasa. Banjir hari ini paling parah karena tanggulnya sampai jebol. Kalau sebelumnya hanya limpasan sungai dan cepat surut,” kata Munir. (Red)

Exit mobile version