Jalan Kepoh–Balong Rusak Parah, Warga Minta Pemkab Blora Segera Bertindak

Jalan Kepoh–Balong rusak parah. (Rozy/Lintasmuria.com)

Blora, Lintasmuria.com – Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora segera memperbaiki jalan penghubung Desa Kepoh, Kecamatan Jati, dengan Dukuh Balong, Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung. Ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar 12 kilometer itu kondisinya rusak parah.

Meski sebagian ruas telah dibangun dengan konstruksi beton beberapa tahun lalu, sebagian besar jalan masih rusak dan menjadi keluhan masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Salah seorang pengguna jalan, Wahyu, mengaku kecewa karena perbaikan jalan dinilai berjalan lambat. Menurut dia, banyak jalan di wilayah lain sudah dicor, sedangkan jalan Kepoh–Balong masih rusak di banyak titik.

“Setiap hari saya lewat sini untuk mengantar anak sekolah ke Randublatung. Kalau habis hujan kondisinya makin parah, berlumpur, berlubang, dan banyak genangan air,” ujarnya.

Ia berharap Pemkab Blora segera melakukan penanganan agar jalan lebih aman dilalui.

“Masyarakat tidak menuntut pembangunan besar dalam waktu singkat. Namun, setidaknya jalan dapat diratakan agar lebih aman dilalui,” katanya.

Kepala Desa Kepoh, Yulianto, membenarkan kondisi jalan tersebut masih banyak yang rusak. Namun, pihak desa tidak dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh karena jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.

“Selama ini kami hanya bisa melakukan penanganan terbatas, dengan menambah grosok di titik-titik yang dianggap paling parah. Tahun ini pun sulit dilakukan karena terdampak pemangkasan anggaran,” ujarnya.

Menurut dia, dari total panjang jalan sekitar 12 kilometer, baru sekitar 1,5 kilometer yang telah dibangun dengan konstruksi beton. Sisanya masih membutuhkan perbaikan.

Yulianto mengaku sering menerima keluhan warga terkait kondisi jalan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian karena akses jalan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat.

“Tentu kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang layak,” katanya.

Sementara itu, kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora. Anggaran infrastruktur tahun ini disebut berkurang sekitar Rp279 miliar dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran pembangunan jalan di Blora mencapai sekitar Rp300 miliar. (Syae)

Exit mobile version