Rembang, Lintasmuria.com – Sebanyak 7.921 siswa sekolah dasar (SD/MI/sederajat) di Kabupaten Rembang mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dimulai sejak 20 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 374 sekolah dan berlangsung tertib tanpa kendala berarti.
Pelaksanaan TKA menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran yang bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa. Berbeda dengan Ujian Nasional sebelumnya, hasil TKA tidak menentukan kelulusan, melainkan digunakan sebagai pemetaan capaian belajar.
Kepala Seksi Peserta Didik, Penilaian, dan Kurikulum SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Shofiyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan lancar dengan sistem pembagian sesi.
“Tidak seperti ujian nasional. TKA ini gabungan dari asesmen sebelumnya dengan sistem TKA itu sendiri,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap siswa mengikuti ujian selama dua hari dalam satu sesi. Sesi pertama digelar pada 20–21 April, disusul sesi kedua pada 22–23 April. Selanjutnya, sesi ketiga dijadwalkan pada 27–28 April dan sesi keempat pada 29–30 April.
Sistem bergiliran diterapkan agar pelaksanaan ujian tetap kondusif. Sementara itu, kegiatan tidak dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu.
Dalam hal penilaian, hasil TKA tidak disajikan dalam bentuk angka, melainkan kategori capaian seperti cukup, lumayan, dan baik. Setiap peserta nantinya akan memperoleh sertifikat sebagai gambaran kemampuan akademik mereka.
“Hasil ini digunakan untuk mendukung rapor pendidikan sekolah serta menjadi salah satu pertimbangan pada jalur prestasi saat melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Selama pelaksanaan, peserta diwajibkan mematuhi aturan, termasuk larangan mendokumentasikan atau menyebarkan soal ujian. Jika terjadi kendala teknis, siswa diminta segera melapor kepada pengawas atau proktor.
Durasi pelaksanaan dalam satu sesi berkisar antara satu hingga satu setengah jam. Hingga hari ketiga, siswa dinilai sudah cukup terbiasa dengan pola ujian yang diterapkan.
“Anak-anak sudah pernah mengerjakan model seperti ini saat kelas lima, jadi tidak terlalu kaget,” pungkasnya. (Hms)


















