Jelang Peresmian KDMP, Desa-Desa di Blora Mulai Terima Kendaraan Operasional

Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto. (Rozy/ Lintasmuria.com)

Blora, Lintasmuria.com – Persiapan peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blora terus dikebut menjelang launching perdana pada 16 Mei mendatang. Puluhan kendaraan operasional mulai berdatangan dan didistribusikan ke sejumlah desa yang menjadi titik peluncuran awal.

Tak hanya mobil pick up, kendaraan roda tiga hingga berbagai perlengkapan penunjang koperasi juga mulai dikirim secara bertahap agar seluruh KDMP siap beroperasi saat diresmikan.

Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto mengatakan, hingga kini sebanyak 17 unit mobil pick up telah tiba di Blora. Sebagian kendaraan bahkan sudah diambil oleh kepala desa yang wilayahnya masuk dalam tahap launching awal.

“Pick up yang datang saat ini sudah mulai diambil oleh kepala desa yang KDMP-nya akan launching,” ujarnya.

Selain kendaraan pick up, distribusi kendaraan roda tiga juga dilakukan secara masif. Hingga saat ini, sebanyak 42 titik KDMP telah menerima bantuan kendaraan roda tiga, dengan masing-masing desa mendapatkan dua unit kendaraan operasional.

Menurut Yudi, distribusi dilakukan tanpa henti agar seluruh kebutuhan operasional koperasi segera terpenuhi.

“Roda tiga sudah kita distribusikan di 42 titik. Distribusi kita kebut selama 24 jam agar semua segera siap operasional,” katanya.

Kendaraan tersebut nantinya digunakan untuk mendukung aktivitas koperasi desa, mulai distribusi barang kebutuhan masyarakat hingga menunjang kegiatan ekonomi warga di tingkat desa.

Launching tahap awal sendiri direncanakan dilakukan di 55 titik KDMP yang dinilai paling siap, baik dari sisi sarana prasarana maupun kesiapan masyarakat dan potensi ekonominya.

“KDMP yang dilaunching dipilih yang memang sudah siap dan memiliki potensi pergerakan ekonomi di wilayahnya,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada kendaraan operasional, berbagai perlengkapan pendukung koperasi juga mulai dipasang. Mulai dari rak gerai, meja kursi, ruang pemeriksaan kesehatan, perlengkapan apotek, komputer, jaringan internet hingga pendingin ruangan (AC).

“Setelah rak tersusun, perlengkapan dan barang akan langsung kita isi dan optimalkan,” terangnya.

Pemerintah berharap keberadaan KDMP nantinya mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa. Karena itu, seluruh persiapan terus dipercepat agar saat launching seluruh fasilitas sudah dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

“Kita berharap 55 titik KDMP ini nantinya benar-benar bisa berkontribusi terhadap perekonomian desa,” tandasnya. (Red)

Exit mobile version