Berkali-kali Ambles, Pemkab Rembang Siapkan Penanganan Permanen Longsor Sedangagung-Grawan

Avatar photo
Bupati Rembang, Harno, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang meninjau langsung kondisi lokasi longsor, Rabu (10/6/2026). (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan penanganan permanen untuk titik longsor di ruas Jalan Sedangagung-Grawan yang menghubungkan Kecamatan Kaliori dan Sumber. Perbaikan ini menjadi prioritas setelah lokasi tersebut berulang kali mengalami kerusakan meski sudah beberapa kali dilakukan penanganan.

Bupati Rembang Harno bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) meninjau langsung lokasi longsor pada Rabu (10/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan desain penanganan yang akan diterapkan mampu menjadi solusi jangka panjang.

Harno mengungkapkan, titik longsor tersebut sudah empat hingga lima kali ditangani dengan metode urugan. Namun, kondisi tanah yang labil menyebabkan badan jalan kembali ambles sehingga diperlukan konstruksi yang lebih kuat.

“Sudah empat kali atau lima kali diuruk, amblas lagi, amblas lagi. Sekarang kita upayakan sekali dikerjakan bisa tuntas. Desainnya harus kuat dan pondasinya harus dalam,” kata Harno.

Ia meminta tim teknis memastikan seluruh perhitungan konstruksi dilakukan secara matang. Bahkan, jika diperlukan, penguatan tambahan bisa diterapkan untuk menjamin keamanan struktur dalam jangka panjang.

Menurut Harno, pekerjaan diharapkan dapat segera dimulai pada Juni 2026 agar akses transportasi warga tidak terus terganggu akibat kerusakan jalan.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang Nugroho Tri Hutomo menjelaskan, pekerjaan akan diawali dengan membongkar tanah yang telah bergeser akibat longsor.

Selanjutnya, DPUTaru akan membangun dinding penahan tanah sepanjang sekitar 40 meter dengan tinggi empat meter. Struktur tersebut menggunakan beton bertulang yang diperkuat pondasi strauss pile untuk meningkatkan daya tahan terhadap tekanan tanah.

“Secara teknis tanah yang bergeser akan kami bongkar terlebih dahulu, kemudian dipasang dinding penahan tanah menggunakan beton bertulang dengan pondasi strauss pile,” ujarnya.

Selain itu, sistem drainase juga akan diperbaiki melalui pembesaran dimensi gorong-gorong dan pemasangan sayap saluran guna mengendalikan aliran air yang selama ini berpotensi menggerus badan jalan dan tebing di sekitarnya.

Nugroho mengatakan hasil evaluasi menunjukkan penyebab utama longsor adalah konstruksi dinding penahan tanah yang ada saat ini tidak cukup kuat menahan tekanan tanah dan aliran air.

“Faktor longsornya karena struktur dinding penahan tanah kurang kuat. Karena itu akan kami ganti dengan konstruksi yang lebih kokoh,” katanya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Rembang menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta. Dengan penanganan permanen ini, ruas Jalan Sedangagung-Grawan diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *