Pati, Lintasmuria.com – Sungai Mbango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, kembali tercemar limbah padat bekas industri tapioka. Tumpukan limbah yang bercampur sampah rumah tangga memenuhi aliran sungai, menimbulkan bau menyengat, serta mengganggu lingkungan, pertanian, dan perikanan warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, mengatakan pihaknya telah dua kali membersihkan Sungai Mbango sepanjang tahun 2026. Setelah dibersihkan pada Mei lalu, limbah kembali menumpuk sehingga petugas kembali diterjunkan selama dua hari terakhir.
“Sejak Mei sudah pernah kita bersihkan. Dua hari ini kita bersihkan lagi karena sampah kembali datang dari hulu,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Widyo, DPUTR hanya memiliki kewenangan mengeruk sampah dan limbah yang menumpuk di badan sungai. Penanganan tersebut dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan jika pembuangan limbah ke sungai masih terus berlangsung.
Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pelaku usaha, dan masyarakat bersama-sama melakukan upaya pencegahan.
“Solusi jangka panjang perlu sosialisasi kepada pengusaha agar tidak membuang limbah ke sungai. Masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihan sungai,” katanya.
Ia menyebut sampah yang diangkut tidak hanya berasal dari limbah industri tapioka, tetapi juga sampah rumah tangga seperti plastik dan popok sekali pakai. Selama dua hari pembersihan terakhir, puluhan ton sampah berhasil diangkat menggunakan alat berat.
Widyo menambahkan, pembersihan yang dilakukan pada Mei lalu berlangsung sekitar tiga pekan hingga sungai kembali bersih. Namun, tidak lama kemudian limbah kembali menumpuk.
“Kalau hanya dikeruk terus tanpa ada penertiban, persoalan ini tidak akan selesai,” tegasnya.
Terkait hasil kerukan yang dibuang ke lahan warga, Widyo memastikan langkah tersebut telah mendapat persetujuan dari pemilik lahan. (Red)

















