Bendungan Karet Surut, Warga Panen Ikan Sapu-Sapu

Warga panen ikan sapu-sapu. (Istimewa)

Pati, Lintasmuria.com – Debit air di bendungan karet Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menyusut. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan sapu-sapu yang jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor.

Warga mulai menangkap ikan tersebut sekitar satu pekan terakhir. Ikan hasil tangkapan kemudian dijual kepada pengepul untuk dikirim ke perusahaan pengolahan.

Salah satu warga, Rohim, mengatakan ikan sapu-sapu tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku trembel atau tepung ikan.

“Disuruh kirim ke PT, buat trembel atau tepung ikan. Kami ambil gratis,” kata Rohim, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, ikan sapu-sapu hasil tangkapan warga dibeli pengepul dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Warga tidak perlu mengeluarkan modal karena ikan ditangkap langsung di area bendungan yang airnya surut.

“Kami jual Rp2.500 per kilo, baru satu mingguan,” ujarnya.

Rohim menyebut masyarakat bebas datang ke lokasi untuk menangkap ikan. Surutnya air membuat ikan sapu-sapu lebih mudah ditemukan dan ditangkap.

“Bebas siapa saja yang ke sini,” katanya.

Aktivitas tersebut menjadi penghasilan tambahan bagi warga. Ikan yang sebelumnya dianggap kurang bernilai kini dapat dijual dan dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung ikan. (Red)

Exit mobile version