PATI, Lintasmuria.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyiapkan skema penanganan darurat untuk ruas jalan rusak yang membutuhkan perbaikan segera pada 2027. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan infrastruktur yang mendesak.
Hal itu disampaikan Chandra saat melakukan monitoring sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kecamatan Tlogowungu, Minggu (1/11/2026). Pemantauan dilakukan dengan touring untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah.
Beberapa lokasi yang disambangi meliputi ruas jalan Bapoh menuju Tlogowungu, jalur Tlogowungu arah Lahar, hingga Desa Sitiluhur.
Chandra mengatakan, meskipun anggaran pembangunan 2027 telah ditetapkan, pemerintah daerah tetap membuka peluang penanganan tambahan melalui BTT jika ditemukan kerusakan jalan yang membutuhkan perbaikan segera.
“Penganggaran 2027 sudah kami tentukan, tetapi kami juga memiliki anggaran BTT. Kalau memang perlu segera ditangani, akan kami segera tangani,” tegas Chandra.
Ia meminta pemerintah desa segera melaporkan ruas jalan yang rusak dan membutuhkan penanganan darurat. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan perbaikan.
“Nantinya akan kami cek langsung ke lapangan,” ujar Chandra.
Salah satu ruas jalan yang direncanakan mendapat penanganan melalui APBD 2027 adalah jalur Njolong-Sitiluhur di Desa Sitiluhur. Informasi dari pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas perbaikan infrastruktur.
Pemkab Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) akan memeriksa laporan kerusakan jalan sebelum menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Monitoring di Kecamatan Tlogowungu tersebut turut diikuti Kepala DPUTR Kabupaten Pati beserta jajaran dan komunitas sepeda motor yang mengikuti touring pemantauan jalan. (Hms)
