Polisi Ungkap Pemicu Keributan Antarpemuda di Puskesmas Kragan Rembang

Tangkapan layar keributan di Puskesmas Kragan I Rembang. (Istimewa)

REMBANG, Lintasmuria.com – Keributan antarkelompok pemuda di lingkungan Puskesmas Kragan I, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Rabu (28/10/2026) malam, diduga dipicu perselisihan saat menghadiri pertunjukan orkes dangdut di Desa Kebloran.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Rembang AKP Radytya Triatmaji Pramana mengatakan, perselisihan bermula dari aksi saling senggol di lokasi pertunjukan yang kemudian berujung pertengkaran. Konflik tersebut berlanjut setelah kedua kelompok meninggalkan tempat konser.

“Perselisihan tersebut diduga bermula dari aksi saling senggol saat menghadiri pertunjukan orkes dangdut di Desa Kebloran,” kata Radit, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, terdapat lima orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka sebelumnya menghadiri pertunjukan dangdut yang berakhir ricuh.

“Informasi yang kami dapat ada lima orang. Mereka sebelumnya menghadiri konser dangdut yang berujung ricuh,” ujarnya.

Perselisihan kembali memanas ketika kedua kelompok pemuda mendatangi Puskesmas Kragan I untuk mendapatkan penanganan medis. Kedatangan mereka di fasilitas kesehatan yang sama membuat konflik kembali pecah.

“Keributan itu berlanjut di Puskesmas Kragan I karena ternyata kedua kubu sama-sama datang ke puskesmas yang sama,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Kragan I Arif Susanto mengatakan, keributan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelum insiden tersebut, empat pemuda datang secara bergantian ke unit gawat darurat (UGD) untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dialami.

“Awalnya ada empat korban yang diantar satu per satu masuk ke UGD, kemudian dilakukan penjahitan,” kata Arif.

Saat para korban menjalani perawatan, sejumlah teman mereka menunggu di luar gedung puskesmas. Sekitar 10 menit kemudian, kelompok pemuda lain datang dan situasi mulai memanas.

Kelompok yang baru datang diduga membawa kayu dan senjata tajam. Mereka kemudian menyerang kelompok pemuda yang lebih dahulu berada di lingkungan puskesmas.

“Setelah diserang, mereka menyebar. Ada yang masuk ke ruang perawatan untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, pihak puskesmas menghubungi kepolisian untuk meminta bantuan pengamanan. Kerumunan pemuda akhirnya membubarkan diri setelah petugas tiba di lokasi.

Arif memastikan tidak ada tenaga medis maupun pasien lain yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas puskesmas.

Empat pemuda yang menjalani perawatan diketahui mengalami luka di bagian kepala dan kaki. Setelah mendapatkan penanganan medis, termasuk tindakan penjahitan pada luka, mereka diperbolehkan pulang. (Red)

Exit mobile version