Blora, Lintasmuria.com – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Blora beberapa waktu lalu menyebabkan genangan air hingga hampir setinggi lutut orang dewasa di SDN 1 Pelem. Kondisi ini membuat salah satu guru khawatir setelah mendapati siswa terjatuh akibat licinnya bekas lumpur sisa banjir.
Dewi Irwanti, guru di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa banjir terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.
“Kemarin Senin malam di perkirakan sekitar jam 20.00 WIB penjaga saat melihat sekolahan banjir sudah di atas mata kaki bahkan hampir selutut orang dewasa,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Ia menambahkan bahwa beberapa ruang kelas terendam air, sehingga pihak sekolah berupaya menutup pintu dengan herbel (bata ringan) agar air tidak masuk ke dalam ruangan ujian.
“Untuk area yang di gunakan untuk ujian kita kasih herbel, supaya air dari luar tidak masuk ke dalam, tapi kita masih kecolongan di kelas satu dan dua,” jelas Dewi.
Setelah banjir surut, Dewi mendapati beberapa siswa terjatuh karena licinnya lumpur yang tersisa di halaman sekolah. Oleh karena itu, ia segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora untuk membantu membersihkan lumpur tersebut.
“Untuk laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora karna banyak lumpur dari pasca banjir yang mengendap di lapangan dan ada guru dan siswa yang jatuh untuk membersihkan lumpur yang ada karna licin,” tambahnya.
Selain itu, Dewi menegaskan bahwa gudang sekolah juga ikut terendam banjir. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, termasuk pelaksanaan ujian di kelas enam.
“Ada juga yang terkena banjir sampai lumpur mengendap di dalam dan perlu tekanan air yang tinggi untuk membersihkannya dan saat ini sedang dibersihkan langsung BPBD, kemudian untuk sekolahan kegiatan ajar mengajar tetap masuk seperti biasa tidak libur untuk memaksimalkan tempat yang sudah bersih dan sudah kering,” tegasnya.
Sementara itu, Agung Triyono, anggota BPBD Blora, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan pembersihan setelah menerima laporan dari sekolah.
“Untuk kegiatan kali ini merespon laporan pasca bencana banjir yang mana merupakan fasilitas pendidikan SDN 1 Pelem karena ada laporan ada siswa dan guru yang tergelicir lumpur dari sisa banjir,” ujarnya. (Syae)


















