Blora, Lintasmuria.com – Sebanyak 62 guru honorer di Blora akhirnya menyandang status PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah tersebut, terdiri dari para pendaftar non-ASN yang pernah ikut tes namun belum ada formasinya.
Kepala BKPSDM Blora, Heru Eko Wiyono menjelaskan, setidaknya ada 62 guru yang telah dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu pada akhir tahun ini.
“Ini semuanya statusnya R1 sampai R4. Yang gak ada formasi waktu tes kemarin. Ada 55 guru PAI, 1 guru SBK, sisanya 3 tenaga teknis dan 3 tenaga pendidik,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, para guru tersebut tampak senang walaupun kontrak hanya setahun.
“Jadi perjanjian kerja nya itu selama setahun. Cuti dan upah sudah kami beritahu juga,” jelasnya.
“Sesuai dengan SE Menpan, upah diberikan sesuai UMR apabila tidak memenuhi disamakan dengan upah terakhir yang diterima. Dulu guru ada yang 300-400 ribu. Nanti di Blora skemanya menyesuaikan kemampuan APBD kami, untuk guru sarjana Rp 1.2 jt (Rp 700 APBD + 20% dari BOS),” tegasnya.
Salah satu guru asal Jepon, Nur Laila mengungkapkan rasa bahagianya usai menerima SK PPPK paruh waktu tersebut. Sebab, ia selama 5 tahun belakangan ini mengabdi sebagai honorer di salah satu SD.
“Alhamdulillah, akhirnya diberi kesempatan untuk jadi ASN lewat PPPK paruh waktu. Ya walaupun setahun perjanjian kerjanya, patut disyukuri. Selama ini juga sudah mengabdi di SD dekat rumah selama 5 tahunan,” ucapnya. (Syae)


















