Kudus, Lintasmuria.com – Jumlah pengungsi banjir di Kabupaten Kudus, terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang terdampak genangan. Terbaru, warga Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, mulai dievakuasi karena ketinggian air semakin naik.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan genangan banjir di Desa Jetis Kapuan kini mencapai 40 hingga 50 sentimeter, sehingga evakuasi warga tidak bisa dihindari.
“Ketinggian genangan banjir di Desa Jetis Kapuan hari ini (14/1) berkisar antara 40-50 sentimeter (cm), sehingga warga akhirnya dievakuasi ke tempat pengungsian,” ujarnya ditemui di sela-sela meninjau tempat pengungsian warga Desa Jetis Kapuan di Gedung Muslimat NU Loram Kulon di Kudus, Rabu.
Dari desa tersebut, tercatat sebanyak 143 jiwa telah mengungsi. Dengan tambahan itu, total pengungsi banjir di Kabupaten Kudus kini mencapai 596 jiwa, melonjak tajam dibandingkan data sebelumnya yang hanya 164 pengungsi.
“Tempat pengungsian sebelumnya berada di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, serta beberapa tempat. Kini jumlah lokasi pengungsian bertambah menjadi tujuh tempat,” ujarnya.
Tujuh lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah meliputi TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, TK Pertiwi dan GOR Desa Kesambi, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus.
Untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, dapur umum juga didirikan di berbagai titik. Dapur umum tersebar di MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Mejobo, Balai Desa Payaman, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, hingga Gedung DPRD Kudus.
Sam’ani menegaskan seluruh unsur pemerintah daerah bergerak dalam penanganan bencana, mulai dari BPBD, Dinas Sosial P3P2KB, kecamatan, pemerintah desa, hingga relawan.
“Kami hadir untuk mengecek kesiapan semuanya, baik logistik, dapur umum, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pengungsi lainnya. Alhamdulillah teman-teman sudah bergerak cepat,” ujarnya.
Tak hanya logistik, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi psikologis para pengungsi, terutama anak-anak. Upaya trauma healing disiapkan melalui penyediaan mainan, televisi sebagai hiburan, serta layanan kesehatan dari puskesmas dan relawan.
Ia menambahkan, banjir di Kudus saat ini berdampak pada sekitar tujuh kecamatan dan puluhan desa. Total warga terdampak sejak awal bencana banjir dan tanah longsor diperkirakan mencapai belasan ribu jiwa, meskipun data resmi masih terus diperbarui.
“Tanggap darurat bencana ditetapkan mulai 12 hingga 20 Januari dan akan terus berjalan. Kami mengajak seluruh elemen di Kabupaten Kudus untuk bersama-sama membantu penanganan bencana ini,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penanganan banjir dan pengungsi.
“Terima kasih kepada siapa pun yang ikut membantu. Semoga keikhlasan ini mendapat balasan terbaik,” ujarnya. (Ant)


















