Dugaan Perselingkuhan Pejabat Puskesmas, Ini Tanggapan Dinkes Blora

Avatar photo
Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua kepala puskesmas di Kabupaten Blora masih dalam proses penyelidikan. Dinas Kesehatan Blora membenarkan adanya laporan tersebut dan telah membentuk tim untuk melakukan pendalaman.

Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat, mengatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi.

“Kami sedang dalami dulu. Laporan sudah masuk dari kemarin. Tim kami bentuk dari dinkes dan dari inspektorat maupun dari bagian hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan, sanksi belum dapat dipastikan karena proses masih berjalan.

“Masih didalami dulu ya,” singkatnya.

Sementara itu, BKPSDM Blora juga menerima aduan terkait kasus tersebut. Kepala BKPSDM Blora, Heru Eko Wiyono, menyebut dokumen telah diterima dan akan dikaji bersama tim.

“Dokumen bukti-bukti sudah ada. Kami dalami dulu juga ya bareng dinas terkait,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah seorang dokter spesialis berinisial SDA asal Cepu melaporkan istrinya, EHF, yang menjabat sebagai kepala puskesmas, atas dugaan perselingkuhan dengan DK yang juga menjabat kepala puskesmas di lingkungan Pemkab Blora.

Laporan tertanggal Juli 2025 itu ditujukan kepada Bupati Blora. Pelapor menyebut dugaan hubungan tersebut telah diketahui sejak Januari 2025.

Untuk memperkuat laporan, pelapor melampirkan sejumlah bukti berupa tangkapan layar percakapan, pesan langsung Instagram, serta bukti reservasi hotel di Yogyakarta.

Proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya akan ditentukan setelah tim menyelesaikan pendalaman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *