Rembang, Lintasmuria.com – Belasan anggota Perkumpulan Pedagang Pasar Rembang (P3R) melakukan kunjungan ke Rumah Dinas Bupati, Kamis (6/3/2025).
Kunjungan tersebut disambut baik oleh Bupati Rembang, H. Harno. Turut juga disana anggota DPR RI, Harmusa dan anggota DPRD komisi dua, Joko Supriyadi.
Ketua P3R, Bambang Sumantri, mengatakan bahwa kunjungan ini dalam rangka dengar pendapat P3R bersama Bupati terkait usulan revitalisasi Pasar Kota Rembang.
“Kami tiba pukul 13.00 WIB, disambut baik oleh bapak Bupati. Tujuannya silaturrahmi sekaligus menyampaikan aspirasi kami soal perlunya revitalisasi Pasar Kota Rembang,” ungkap Bambang.
Bambang menyampaikan, saat ini kondisi Pasar Kota Rembang sangat memprihatinkan, sehingga perlu untuk dilakukan perbaikan segera.
“Kondisinya sangat tidak baik. Sejak terjadinya kebakaran pasar tahun 2011, pasar belum pernah mengalami perbaikan,” ungkapnya.
Bambang juga menambahkan, revitalisasi Pasar Kota Rembang merupakan janji politik Harno jika terpilih sebagai Bupati.
“Ya masuk janji pak Harno saat akan mencalonkan diri sebagai bupati Rembang. Dan pak Harno tetep konsisten sesuai dengan janji yang di sepakati dengan perkumpulan pedagang pasar Rembang,” pungkas Bambang.
Dalam notulensi pertemuan kemarin, diketahui beberapa point sebagai berikut;
1. Bupati konsisten tidak akan memindah pasar Rembang ke pasar kambing. Setelah lebaran Bupati meminta P3R memberikan keputusan terkait tempat pembangunan pasar,apakah tetap dibangun di saat ini atau ada opsi lain. Setelah diputuskan kemudian akan dipertemukan ke dinas terkait utk pembahasan lebih lanjut. Pemkab akan melibatkan P3R utk pembuatan DED,dengan tidak meninggalkan pendapat masukan masyarakat di luar pasar. Minimal P3R juga punya konsep DED.
2. Tahun ini tidak ada anggaran pembangunan pasar Rembang. Awal tahun 2026, Harmusa (anggota DPR RI) siap kawal/menjembatani pengajuan APBN,dengan berkoordinasi kementrian PUPR dan kementrian perdagangan.
3. Akan diadakan penertiban pedagang diluar pagar dan pengaturan lalu lintas secara periodik oleh PolPP dan Dishub.
(bas)


















