Blora, Lintasmuria.com – Kabar baik bagi warga Blora. Kabupaten Blora mendapatkan alokasi air tertinggi dari Bendungan Randugunting, yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yakni Blora, Pati, dan Rembang. Nantinya, air dari bendungan ini akan menyuplai kebutuhan air bersih di tiga kecamatan di Blora, yaitu Japah, Ngawen, dan Tunjungan.
Kepala Bapperida Blora, Mahbub Junaidi, menyampaikan bahwa distribusi air dari Bendungan Randugunting dikelola oleh PDAM Provinsi Jawa Tengah karena melayani lintas kabupaten. “Bendungan Randugunting ini mensuplai beberapa kabupaten, jadi pengelolaannya di bawah PDAM Provinsi. PDAM Blora nantinya akan membeli air dari mereka,” jelas Mahbub, belum lama ini.
Mahbub menambahkan bahwa pembangunan jaringan distribusi air bersih akan dilakukan oleh PDAM Provinsi Jawa Tengah. Namun, pelaksanaannya belum bisa dipastikan dalam waktu dekat. “Kalau tidak salah, pembangunannya direncanakan tahun 2027,” lanjutnya.
Blora mengajukan permohonan alokasi air sebesar 100 liter per detik, dua kali lebih banyak dibanding Pati dan Rembang yang masing-masing hanya mengajukan 50 liter per detik. “Rencananya, air bersih dari bendungan akan mengalir ke Kecamatan Japah, Ngawen, dan Tunjungan,” sambung Mahbub.
Sementara itu, Humas PDAM Tirta Amerta Blora, Nanang Fahru, menjelaskan bahwa aliran 100 liter per detik cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 8.000 kepala keluarga. “Sekitar 8.000 KK akan menerima manfaat dari distribusi air bersih ini,” ujar Nanang.
Ia juga menambahkan bahwa letak Bendungan Randugunting yang lebih tinggi memberikan keuntungan tersendiri karena memungkinkan distribusi air menggunakan sistem gravitasi, sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah tanpa bantuan pompa. “Karena ketinggiannya, air dari Randugunting bisa mengalir ke Kecamatan Ngawen, Kunduran, Japah, Banjarejo, Tunjungan, hingga Blora kota. Kalau butuh tekanan lebih, baru dibantu dengan pompa,” terangnya.
Sebagai informasi, Bendungan Randugunting dibangun sejak 2018 dengan anggaran sebesar Rp 880 miliar dan diresmikan pada awal 2022. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 14,4 juta meter kubik dan mampu mengairi sekitar 650 hektare lahan pertanian di Blora, Pati, dan Rembang.
Tak hanya untuk pertanian, bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku sebesar 200 liter per detik dan pengendali banjir dengan kapasitas reduksi aliran hingga 81,42 meter kubik per detik. (Syae)


















