Pati, Lintasmuria.com – Bupati Pati Sudewo mengggelar audiensi bersama pengusaha sound system terkait larangan adanya sound horeg pada Senin (2/6/2025) sekira pukul 20.00 WIB di Kantor Bupati Pati.
Pertemuan ini dihadiri berbagai unsur strategis. Antara lain Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi serta pemilik sound system yang ada di Kabupaten Pati.
Bupati Pati, Sudewo menyatakan bahwa ada beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh pemilik sound system agar bisa beroperasi di Kabupaten Pati. Salah satunya adalah subspeaker yang digunakan maksimal 16 subsingle.
Dengan demikian, tidak akan berdampak terhadap bangunan yang berada disekitarnya. Sehingga 16 subsingle dirasa lebih aman jika dibandingkan dengan diatasnya.
“Saya didampingi pak Kapolresta Pati bersama pengusaha sound system di Kabupaten Pati telah membangun kesepakatan, yang pertama sound horeg berubah nama menjadi sound karnaval,” ujarnya.
“Kemudian sound yang dipakai adalah yang maksimal 16 subsingle. Artinya 16 subsingle ini aman, getarannya tidak akan berdampak terhadap kerusakan bangunan atau terhadap apapun, ini aman. Jadi kalau diatas 16 sub terjadi kerusakan bangunan, dan itu yang dilarang di Kabupaten Pati,” lanjutnya.
Sudewo menegaskan sound system yang mengakibatkan bangunan rusak dilarang di Kabupaten Pati. Sehingga tadi disepakati maksimal 16 subsingle.
“Dan alhamdulillah, kawan-kawan pengusaha sound system sudah sepakat menjaga situasi yang aman dan kondusif. Hiburan tetap berjalan, perekonomian bisa berjalan. Tapi tetap pada batasannya. Tidak boleh sound yang merusak bangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengusaha Sound Karnaval, Supriyadi mengaku Bupati Pati saat mengeluarkan larangan sound horeg mengakibatkan usahanya tidak bisa tampil. Maka dari itu, pihaknya meminta solusi kepada Bupati Pati.
“Alhamdulillah, hari ini Bupati Pati memberikan respon dengan catatan, kita boleh main (beroperasi) tapi ada kesepakatan yaitu maksimal membawa 16 subsingle. Jadi tidak boleh dari itu,” terangnya.
Selain itu, tidak boleh mengikutsertakan penari/dancer yang berpakaian seksi. Lalu, jumlah kendaraan yang digunakan hanya satu truk/armada. (Red)


















