Pati, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana melakukan penataan besar-besaran di pusat kota dengan membongkar Pasar Yaik yang selama ini menjadi salah satu ikon kawasan Alun-Alun Kembangjoyo.
Rencana pembongkaran pasar tradisional ini akan digantikan oleh pembangunan bundaran megah yang terinspirasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, lengkap dengan taman edukasi dan ruang rekreasi yang modern.
Bupati Pati, Sudewo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali pusat kota Pati agar lebih menarik, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kami akan membongkar total Pasar Yaik dan menggantinya dengan taman edukasi dan rekreasi yang menyatu dengan bundaran di depan Alun-Alun Kembangjoyo,” ujar Sudewo, baru-baru ini.
Lebih lanjut, Sudewo menambahkan bahwa di tengah bundaran akan didirikan patung Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional yang menjadi simbol komitmen Kabupaten Pati dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan.
“Patung Ki Hajar Dewantara ini menjadi lambang bahwa kami menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Meski proyek ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, pemerintah daerah juga menyadari pentingnya keberpihakan terhadap para pedagang Pasar Yaik yang terdampak pembongkaran.
“Kami sedang mencari solusi terbaik agar pedagang dapat tetap beraktivitas, baik melalui relokasi maupun fasilitas pendukung lainnya,” jelas Bupati.
Proyek revitalisasi ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi kawasan Alun-Alun Kembangjoyo yang selama ini kurang diminati pengunjung. Dengan hadirnya bundaran megah dan taman edukasi, pusat kota Pati diharapkan menjadi ruang publik yang lebih hidup dan fungsional.
Pembangunan bundaran dan taman edukasi direncanakan mulai pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran yang sedang dalam tahap finalisasi. Pemerintah Kabupaten Pati optimis bahwa proyek ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan kota dan kesejahteraan masyarakat. (Red)


















