Rembang Tidak Lolos Program Sekolah Rakyat Tahap Pertama, Begini Penjelasan Dinsos

Avatar photo
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang, Prapto Raharjo. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Kabupaten Rembang belum masuk dalam daftar 100 daerah rintisan Sekolah Rakyat tahap pertama yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penyebab utamanya adalah kendala teknis, terutama terkait kesiapan fasilitas dan bangunan yang belum memenuhi standar kementerian.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang, Prapto Raharjo, menjelaskan bahwa daerah-daerah yang lolos umumnya sudah memiliki fasilitas milik kementerian seperti balai rehabilitasi sosial atau panti. Ada juga yang menggunakan aset milik pemerintah daerah yang memenuhi syarat luas dan kelayakan bangunan.

“100 Sekolah Rakyat tahap pertama itu pakai fasilitas milik kementerian, seperti balai atau panti. Ada juga yang dari pemda, asal bangunannya memenuhi syarat dan tinggal direhab saja,” jelas Prapto, Rabu (9/7/2025).

Pemkab Rembang sendiri sebenarnya sudah mengusulkan penggunaan bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk lokasi Sekolah Rakyat. Sayangnya, hasil survei dari Sentra Margo Laras Pati Kemensos menyatakan bangunan tersebut belum layak.

“Banyak bangunan yang rusak, dan luasnya juga kurang. Selain itu, tidak ada bangunan yang bisa dipakai sebagai asrama. Jadi, BLK Rembang belum memenuhi syarat,” lanjutnya.

Bukan hanya Rembang yang gagal lolos pada tahap awal. Sejumlah daerah lain di Indonesia juga mengalami hal serupa. Faktor seperti kontur tanah yang miring hingga lokasi di atas lahan gambut membuat banyak usulan belum bisa diterima.

“Beberapa daerah lain juga belum disetujui karena topografinya miring, apalagi di luar Jawa. Ada juga yang lahannya gambut, jadi butuh pemadatan yang lama,” terang Prapto.

Meski belum lolos tahap pertama, Pemkab Rembang tetap berkomitmen mendukung program ini. Mereka masih menunggu pembukaan pendaftaran tahap kedua dari Kementerian Sosial.

“Kita masih menunggu info dari kementerian. Mereka saat ini masih fokus menyelesaikan tahap pertama. Rencananya setiap tahun akan dibangun 100 Sekolah Rakyat. Jadi, yang belum lolos masih punya kesempatan,” pungkasnya. (Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *