Semarang, Lintasmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan pesisir Pantura. Ajakan tersebut disampaikan menyusul diluncurkannya Gerakan Selamatkan Pesisir Pantura oleh Gubernur Ahmad Luthfi, yang bertujuan mengatasi ancaman abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir utara Jawa Tengah.
“Wilayah pesisir Pantura adalah benteng alami yang tidak hanya melindungi ekosistem, tetapi juga menjadi penopang ekonomi bagi ribuan warga. Menyelamatkan kawasan ini bukan sekadar pilihan, tapi kewajiban bersama,” tegas Saleh.
Menurutnya, penanganan kawasan pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Ia mendorong adanya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah penguatan infrastruktur seperti pembangunan tanggul, rehabilitasi hutan mangrove, dan revitalisasi kawasan pesisir untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana.
Saleh juga menekankan pentingnya memikirkan dampak sosial dari kerusakan pesisir. Ia mengingatkan bahwa ribuan warga di kawasan tersebut menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan hasil laut lainnya.
“Kita tidak hanya bicara soal alam, tapi juga keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Jika kawasan ini rusak, maka ekonomi warga akan terganggu,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Saleh telah menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir rob di sejumlah daerah seperti Demak, Semarang, dan Pekalongan. Ia menyebut bantuan itu sebagai bagian dari tanggung jawab DPRD Jawa Tengah untuk hadir langsung membantu masyarakat.
Ia berharap Gerakan Selamatkan Pesisir Pantura tidak berhenti sebatas program pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan semua elemen.
“Menjaga pesisir bukan tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama. Inilah saatnya kita bersatu untuk melindungi warisan alam sekaligus masa depan masyarakat pesisir,” tutup Saleh. (Adv)
