Jepara, Lintasmuria.com – Sebanyak 1.508 anak pengukir mebel di Kabupaten Jepara, menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo di Pendopo R.A. Kartini, Kamis (11/9/2025).
“Bantuan beasiswa lewat PIP yang diserahkan ini mayoritas untuk anak-anak dari keluarga pengukir atau pelaku mebel yang membutuhkan bantuan agar anaknya bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan, alokasi PIP untuk Jepara mencapai 2.500 penerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak 1.508 siswa sudah menerima, sementara sisanya masih menunggu pencairan.
“Jadi, semuanya terkover dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul di Kabupaten Jepara,” katanya.
Witiarso menegaskan, bantuan ini bukan hanya untuk meringankan beban keluarga pengukir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga tradisi ukir sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jepara.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut program ini berawal dari usulan Bupati Jepara.
“Ini atas inisiatif Bupati Jepara waktu itu yang menyampaikan kepada saya, apakah anak-anak pengukir bisa mendapatkan kesempatan khusus mengakses beasiswa PIP,” ungkapnya.
Ia memastikan beasiswa disalurkan utuh kepada penerima. “Beasiswa tersebut 100 persen diterima anak-anak, tidak boleh ada potongan. Tentunya harus dijaga bersama, karena ini menjadi tolok ukur untuk mendapatkannya lagi di tahun berikutnya,” ujar Lestari.
Lestari berharap bantuan ini mendorong anak-anak pengukir menyelesaikan pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan seni ukir Jepara.
“Harapannya anak-anak bisa menyelesaikan pendidikannya, dan seni ukir di Jepara tetap dijunjung tinggi sebagai maha karya yang tidak akan hilang sepanjang zaman,” katanya. (*)


















