Ratusan Warga Clering Jepara Krisis Air

BPBD Jepara menyalurkan air bersih ke Desa Clering yang mengalami krisis air bersih. (Istimewa)

Jepara, Lintasmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, masih menyalurkan air bersih ke Desa Clering, Kecamatan Donorojo. Ratusan warga di wilayah itu hingga kini masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Bagus Ari Wibowo, mengatakan sejak awal Agustus 2025 pihaknya men-dropping air bersih ke Desa Sumberrejo dan Clering. Namun, suplai ke Sumberrejo sudah dihentikan karena sumber air kembali mengalir.

“Untuk Desa Sumberrejo kita break (dropping air bersih) dulu. Berhenti sementara karena air sudah mengalir,” kata Bagus, Kamis (25/9/2025).

Sementara itu, kebutuhan air bersih masih tinggi di Dukuh Brojol, Desa Clering. Sebanyak 120 Kartu Keluarga (KK) atau 235 jiwa terdampak karena air di wilayah tersebut payau.

“Kami masih melakukan droping air bersih ke Dukuh Brojol setiap pekan. Karena di sana ternyata air payau,” jelasnya.

BPBD Jepara mengirimkan dua tangki berisi masing-masing 5 ribu liter setiap minggu. Bagus menambahkan, biasanya Dukuh Pasokan juga mengalami krisis air saat musim kemarau, tetapi tahun ini sumber air masih tersedia. Bahkan, dua hari lalu sudah diresmikan bangunan penampungan air bersih dengan pipanisasi sepanjang 1.117 meter untuk 114 keluarga di RT 3 Dukuh Pasokan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memastikan penanganan krisis air akan terus dilakukan. Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp2,1 miliar pada 2026 khusus untuk Kecamatan Donorojo.

“Tahun depan kita siapkan Rp2,1 miliar. Insyaallah tahun depan masyarakat Clering sudah selesai krisis airnya,” ucap Wiwit. (Red)

Exit mobile version