Grobogan, Lintasmuria.com – Pertamina memastikan ledakan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) PT Puri Bakti Siwi, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Senin (6/10/2025), merupakan musibah. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa percikan api terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
”Kejadian percikan api di SPBE Puri Bakti Siwi sekitar pukul 14.30 WIB kemarin itu murni musibah. Mengenai penyebab kejadian itu masih didalami tim terkait, baik dari internal Pertamina maupun tim lain,” ujarnya dalam keterangan dalam tertulis, Selasa (7/10/2025).
Taufiq menegaskan, insiden tersebut tidak berdampak pada suplai elpiji di wilayah Grobogan Raya. Ia memastikan distribusi gas elpiji tetap berjalan normal dan masyarakat bisa membeli gas di pangkalan resmi sesuai harga eceran tertinggi (HET).
”Kami sampaikan bahwa suplai dalam kondisi aman, pemenuhan elpiji dalam kondisi aman. Masyarakat bisa membeli elpiji langsung di pangkalan terdekat, caranya dengan mengecek pangkalan terdekat di subsiditepatlpg.mypertamina.id agar mendapat harga sesuai dengan HET,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Pertamina akan melakukan evaluasi berkala pascakejadian tersebut. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah penyebab pasti ledakan diketahui.
”Kita akan evaluasi terus secara berkala. Setelah nanti tahu penyebab terjadinya musibah ini, kita bisa lakukan evaluasi menyeluruh mengenai penyebab terjadinya flash fire, atau percikan api ini,” jelasnya.
Diketahui, ledakan di SPBE Putat, Purwodadi, pada Senin (6/10/2025) sore mengakibatkan 11 pekerja mengalami luka-luka. Lima di antaranya masih dirawat intensif di RS Permata Bunda (Perbun). (Red)
