Progres Pembangunan Jalan Singget–Doplang–Cepu Capai 50 Persen

Avatar photo
Pembangunan jalan provinsi di Blora. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Pembangunan jalan provinsi di ruas Singget–Doplang–Cepu sepanjang 2,2 kilometer kini telah mencapai 50 persen. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah senilai Rp22,7 miliar itu ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

Penilik Proyek Ruas Jalan Singget–Doplang–Cepu, Suroso, mengatakan hingga awal Oktober 2025, pekerjaan berjalan sesuai rencana meskipun cuaca kerap diguyur hujan.

“Hingga awal Oktober, progres pembangunan sudah sekitar 50 persen. Meski sering turun hujan, hal itu tidak menjadi hambatan berarti. Kami optimistis seluruh pekerjaan selesai pada 31 Desember 2025,” ujarnya di Blora, dikutip dari Antara, Rabu (8/10/2025).

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan dua jenis konstruksi, yakni overlay aspal dan beton (rigid pavement), yang memiliki daya tahan berbeda.

“Untuk konstruksi beton bisa bertahan hingga 20 tahun, sedangkan yang berlapis aspal sekitar 10 tahun. Namun, daya tahan jalan juga dipengaruhi kondisi tanah dan volume kendaraan yang melintas,” jelasnya.

Meski kondisi tanah di wilayah Kecamatan Kedungtuban tergolong labil, Suroso memastikan proyek kali ini tidak memerlukan pembangunan dinding penahan tanah (DPT).

“Konstruksi beton yang digunakan sudah cukup kuat, sehingga tidak membutuhkan DPT tambahan,” tambahnya.

Pekerjaan rigid beton dilakukan di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, hingga Mrenung, Kecamatan Cepu, sedangkan overlay aspal dilaksanakan di Desa Kedungtuban. Total panjang penanganan mencapai 2,2 kilometer dari total panjang fungsional jalan 45,34 kilometer.

Sebelumnya, ruas jalan Singget–Doplang–Cepu mengalami kerusakan sepanjang 7,69 kilometer dan sempat diusulkan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan estimasi anggaran sekitar Rp65 miliar.

Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Binawan Nur Tjahjono, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora tahun ini menjadi salah satu prioritas.

“Pada tahun 2025 terdapat empat paket pekerjaan jalan di Kabupaten Blora. Dua proyek sudah selesai, yaitu rehabilitasi Jalan Todanan–Ngawen senilai Rp1,7 miliar dan Jalan Kunduran–Ngawen–Blora senilai Rp5,25 miliar,” ujarnya.

Dua proyek lainnya masih dalam tahap pengerjaan, yakni preservasi Jalan Todanan–Ngawen dengan nilai kontrak Rp15,39 miliar dan preservasi Jalan Singget/Batas Grobogan–Doplang–Cepu senilai Rp19,92 miliar. Keduanya ditargetkan selesai dengan serah terima pekerjaan (PHO) pada 31 Desember 2025.

Dari total anggaran Rp75 miliar, sebanyak Rp45,36 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan provinsi yang mencakup tiga ruas utama: Kunduran–Blora (Rp5 miliar), Ngawen–Japah–Todanan (Rp17,75 miliar), dan Singget–Randublatung–Cepu (Rp22,72 miliar).

Sementara itu, Bantuan Provinsi (Banprov) senilai Rp30 miliar disalurkan untuk pembangunan jalan kabupaten melalui lima paket pekerjaan, antara lain Jalan Trembul–Rowobungkul–Sonokidul, Jalan Kunduran–Doplang, Jalan Ketuwan Gondel–Mojorembun, Jalan Pilang–Bulakan–Temulus, serta Jalan Sidorejo–Kenongogong–Klagen.

“Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Perbaikan jalan akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi wilayah Blora dan sekitarnya,” pungkas Binawan. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *