Kudus, Lintasmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, menargetkan pembentukan 50 desa tangguh bencana (Destana) baru pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam. Saat ini, Kudus telah memiliki 82 desa tangguh bencana.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang pihak desa yang belum membentuk desa tangguh bencana (Destana) untuk diberikan pembinaan dan persiapan pembentukannya,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, Jumat (14/11/2025).
Ia berharap pertemuan tersebut dapat mendorong desa-desa yang belum memiliki Destana untuk segera memulai proses pembentukan. Eko menegaskan bahwa keberadaan desa tangguh bencana memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam hal adaptasi, kesiapsiagaan, dan percepatan pemulihan pascabencana.
“Manfaat destana cukup besar, karena desa memiliki masyarakat tangguh bencana yang mampu mandiri menghadapi ancaman bencana serta segera memulihkan diri dari dampaknya,” ujarnya.
Dengan adanya Destana, warga disebut lebih cepat bergerak dalam pencegahan maupun penanganan saat bencana terjadi, sehingga risiko kerugian dapat ditekan.
Dalam pembentukannya, desa diwajibkan membentuk forum pengurangan risiko bencana, menyiapkan relawan kaji cepat, serta menyediakan dokumentasi dan peralatan kebencanaan sesuai kondisi wilayah. BPBD akan memberikan pendampingan melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Nantinya kami akan memberikan pendampingan, termasuk pelatihan terhadap para relawan, sehingga setiap desa memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,” kata Eko.
Dengan target penambahan 50 Destana baru, BPBD berharap seluruh 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus dapat menjadi desa tangguh bencana. Bahkan desa yang tidak berada di kawasan rawan bencana tetap diharapkan berperan membantu wilayah terdampak melalui dukungan personel maupun sarana prasarana. (red)


















