Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Invetasi Rp 1 Triliun di Jateng, Saleh Dorong Optimalisasi Manfaat untuk Warga

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Istimewa)

Semarang, Lintasmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan tanggapan positif terkait rencana perusahaan asal Tiongkok, Waxinda Group, yang akan menanamkan investasi senilai Rp 1 triliun di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang. Investasi tersebut rencananya akan memanfaatkan lahan seluas 98 hektare.

Menurut Mohammad Saleh, masuknya Waxinda Group merupakan bukti bahwa iklim investasi di Jawa Tengah semakin kondusif dan kompetitif. Ia menyebut kebijakan pemerintah daerah serta dukungan pusat menjadi faktor penting dalam menarik investor global.

“Kami menyambut baik rencana investasi Waxinda Group. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah, khususnya Batang, semakin dipercaya oleh investor internasional sebagai lokasi strategis untuk perluasan industri. DPRD Jateng tentu mendukung penuh langkah ini selama tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat daerah,” ujar Mohammad Saleh.

Ia menjelaskan bahwa investasi sebesar itu berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi warga lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti logistik, UMKM, hingga perumahan. Saleh menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan proses rekrutmen tenaga kerja memberikan peluang besar bagi masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya.

“Manfaat paling nyata dari investasi adalah penyerapan tenaga kerja. Karena itu, kami berharap perusahaan benar-benar memprioritaskan pekerja lokal sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Mohammad Saleh juga mengingatkan agar setiap perusahaan asing yang membuka usaha di KITB tetap mematuhi regulasi lingkungan dan perizinan. Menurutnya, kemajuan industri tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan warga.

“Kami akan mengawasi agar seluruh proses berjalan sesuai aturan, mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), transparansi perizinan, hingga komitmen jangka panjang perusahaan. Pembangunan industri harus selaras dengan perlindungan lingkungan,” tegasnya.

Waxinda Group sendiri berencana membangun pabrik di KITB sebagai bagian dari total 700 proyek investasi yang akan digulirkan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat merealisasikan sinergi pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di sektor-sektor industri strategis di Jawa Tengah. (Adv)

Exit mobile version