Semarang, Lintasmuria.com — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai peningkatan investasi Tiongkok di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir sebagai bukti bahwa iklim usaha di provinsi ini semakin dipercaya oleh investor global. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menjaga momentum positif tersebut dengan memastikan tata kelola investasi berjalan transparan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai investasi dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok tercatat terus bertumbuh di sejumlah sektor, mulai dari industri manufaktur, energi, hingga kawasan industri strategis seperti Batang dan Kendal. Peningkatan tersebut turut mendorong terbukanya lapangan kerja serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota.
Menanggapi tren tersebut, Mohammad Saleh mengatakan bahwa kondisi ini merupakan peluang besar bagi Jawa Tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Lima tahun terakhir investasi Tiongkok di Jawa Tengah menunjukkan tren naik. Ini menandakan bahwa Jawa Tengah semakin dipercaya sebagai daerah yang aman dan prospektif bagi penanaman modal,” ujarnya.
Saleh menambahkan bahwa peningkatan investasi harus diimbangi dengan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Yang terpenting bukan hanya besarnya investasi, tetapi sejauh mana investasi itu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pemerintah provinsi harus memastikan setiap investor mematuhi aturan, mengutamakan tenaga kerja lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Pemprov Jateng untuk terus meningkatkan pelayanan investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemetaan kebutuhan infrastruktur, dan penguatan kawasan industri.
“Jika pelayanan investasi semakin cepat dan tepat, saya yakin ke depan investor Tiongkok maupun negara lain akan makin banyak memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan Pemprov Jateng, dengan perwakilan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memaparkan, investasi RRT di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pada 2021 realisasinya mencapai Rp889 miliar, naik menjadi Rp 1,97 triliun pada 2022. Pada 2023 sempat turun menjadi Rp 1,59 triliun akibat dampak pandemi Covid-19. Namun pada 2024 melonjak menjadi Rp 4,2 triliun, dan hingga menjelang akhir 2025 mencapai Rp 7,76 triliun.
Dengan capaian tersebut, Tiongkok menempati urutan kelima investor terbesar di Jawa Tengah, setelah Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan.
“Ini berpotensi menjadi investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah dan RRT memiliki hubungan yang saling menguntungkan,” ujarnya, di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11/2025). (Adv)
