Lewat Ngaji Diri, KPU Blora Matangkan Strategi Pendidikan Pemilih

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Blora, Ahmad Mustakim, dalam program Ngaji Diri. (Istimewa/KPU Blora)

Blora, Lintasmuria.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora terus memperkuat kapasitas internal jajaran komisioner dan sekretariat melalui program Ngaji Diri (Ngaji Demokrasi Internal). Kali ini, forum tersebut membahas strategi fasilitasi pendidikan pemilih sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Blora, Ahmad Mustakim, memaparkan arah kebijakan pendidikan pemilih serta strategi yang dapat diterapkan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Mustakim menjelaskan, KPU RI menetapkan tiga segmen prioritas dalam pendidikan pemilih, yakni pemilih pemula, pemilih rentan, dan pemilih marginal. Ketiga kelompok tersebut membutuhkan pendekatan yang berbeda agar informasi kepemiluan dapat diterima secara efektif.

Menurutnya, pemilih pemula menjadi perhatian penting karena sebagian besar baru pertama kali menggunakan hak pilih dan masih dalam proses membangun kesadaran politik. Sementara itu, pemilih rentan merupakan kelompok masyarakat yang menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses informasi maupun layanan kepemiluan.

Adapun pemilih marginal adalah kelompok yang secara sosial, ekonomi, maupun geografis memerlukan perhatian khusus agar hak-hak politik mereka tetap terpenuhi dan terlindungi.

Mustakim menegaskan bahwa pendidikan pemilih bukan hanya dilakukan menjelang pemungutan suara, melainkan menjadi proses berkelanjutan untuk membentuk warga negara yang sadar akan hak dan tanggung jawab demokrasinya.

“Pendidikan pemilih pada hakikatnya bukan sekadar mengajak masyarakat datang ke TPS, melainkan menumbuhkan kesadaran kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, pemahaman internal mengenai strategi fasilitasi pendidikan pemilih menjadi sangat penting agar pesan-pesan demokrasi dapat tersampaikan secara tepat kepada setiap segmen masyarakat,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga berdiskusi mengenai metode sosialisasi yang efektif, pendekatan komunikasi yang inklusif, serta berbagai tantangan dalam menjangkau kelompok-kelompok prioritas tersebut.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesamaan persepsi di lingkungan internal KPU sekaligus meningkatkan kualitas program pendidikan pemilih yang akan dijalankan ke depan.

Program Ngaji Diri sendiri merupakan agenda rutin KPU Kabupaten Blora sebagai wadah pembelajaran internal untuk memperdalam substansi kepemiluan, memperkaya wawasan, serta meningkatkan profesionalitas penyelenggara pemilu.

Di tengah masa pasca-pemilu, KPU Blora menilai upaya merawat demokrasi tidak berhenti setelah proses pemungutan suara selesai. Demokrasi yang sehat, menurut KPU, tumbuh dari masyarakat yang memahami hak politiknya, memiliki kesadaran berpartisipasi, dan terus belajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, KPU Blora berharap semangat demokrasi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (Hms)

Exit mobile version