Jepara, Lintasmuria.com – Akses menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, masih terputus akibat longsor yang terjadi pada 9 Januari 2026 lalu. Hingga kini, belum tersedia jalur alternatif untuk mencapai desa yang dikenal sebagai wilayah tertinggi di Jepara tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jepara merencanakan pembukaan kembali jalur alternatif dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang menuju Dukuh Duplak, Desa Tempur. Jalur ini sebenarnya pernah dibuka pada 2016, namun tidak pernah dimanfaatkan secara optimal karena kondisi jalan yang belum layak.
Petinggi Desa Tempur, Maryono, mengatakan jalur tersebut direncanakan memiliki lebar sekitar tiga meter. Namun sejumlah titik masih sulit dibuka karena kondisi geografis perbukitan yang cukup ekstrem.
“Karena belum layak dilewati. Jalannya masih tanah. Kalau motor, musim hujan begini enggak berani lewat,” kata Maryono, Selasa (20/1/2026).
Maryono menjelaskan, proyek pembukaan jalan Sumanding–Tempur sempat dimulai sejak 2016, tetapi kemudian terhenti tanpa kejelasan lanjutan. Akibatnya, jalur alternatif sepanjang enam kilometer itu hingga kini belum tersambung sepenuhnya.
“Yang dari Duplak sudah dibuka sebagian, dari Sumanding juga sebagian. Tapi yang ditengah-tengah belum kebuka. Jadi jalurnya belum nyambung,” sebut Maryono.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Perhutani terkait pembukaan jalur alternatif tersebut. Ia berharap proses administrasi yang tengah berjalan bisa segera tuntas agar jalur Sumanding–Tempur dapat disambungkan.
Menurut Ary, keberadaan jalur alternatif sangat krusial mengingat lokasi Desa Tempur berada di kawasan pegunungan yang rawan longsor.
“Sehingga perlu ada jalur alternatif. Sebab jika jalur utama ini terkendala sesuatu, (Tempur) masih bisa diakses lewat jalur lain,” kata Ary.
Meski begitu, saat ini pemerintah masih memprioritaskan perbaikan jalur utama yang rusak akibat banjir bandang dan longsor. Targetnya, jalur utama bisa kembali dilalui kendaraan roda empat dalam waktu dekat.
“Penanganan utama yang jalur utama dulu. Supaya mobil bisa lewat. Setelah itu selesai, nanti kita upayakan bergerak membuka jalur alternatif,” tandas Ary. (Red)
